Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Diterlantarkan Dalam Kondisi Difabel, Katul Hidup dari Kasih Sayang Bibinya

Kurang lebih 10 tahun, Faridatul Mutmainah (14) harus hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.

Tayang:
Penulis: ponco wiyono | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Diterlantarkan Dalam Kondisi Difabel, Katul Hidup Dari kasih Sayang Bibi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kurang lebih 10 tahun, Faridatul Mutmainah (14) harus hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.

Gadis penyandang difabel ini tinggal di rumah bersama sang kakak, Imam fakhrurozi (19) dan hidup dari hasil kasih sayang sang bibi, Siti Khotimah (39), di kampung Tambakselo RT 6 RW 2 Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Seulas senyum muncul di wajah gadis berpanggilan katul itu, tak lama setelah Tribun menyapanya.

Sekujuh tubuhnya tampak utuh meski kedua kaki dan tangannya tidak bisa difungsikan dengan baik.

Kendati tidak bisa diajak berkomunikasi selayaknya orang normal, Katul masih memahami maksud orang yang mengajaknya bicara.

"Saya merawat dia dan Imam sejak ibunya pergi sekitar 10 tahun lalu. Dalam sehari-hari dia saya perlakukan sama, kalau dia sudah mengacak-acak tempat ya saya tegasi," jelas Khotimah (6/2/2018).

Baca: Hadir di Salatiga, Linda Agum Gumelar Beberkan Deteksi Dini Kanker Payudara

Sang ibu, Rubiah, pergi berpamitan untuk bekerja tanpa ada kepastian di mana.

Sementara ayah Katul juga setahun terakhir tak ada kabarnya. Kepala Desa Pasekan, Juli (43) mengungkapkan ayah katul pernah berkomunikasi dengannya pada tahun 2017 lalu.

"Katanya dia mau kerja di Jogja, namun dia juga tidak jelas keberadaannya. Sampai sekarang dia tak mengabari lagi," tutur Juli.

Tempat tinggal Khotimah sendiri sebenarnya merupakan dua bangunan yang menjadi satu di bagian belakang.

Ia dan keluarga Rubiah tinggal berdampingan di pemukiman sederhana yang letaknya sedikit menanjak tersebut.

Di ruang belakang itulah, Katul tidur dan menghabiskan hari-harinya.

Sang kakak, Imam, mengatakan untuk membantu sang bibi ia terbiasa bekerja serabutan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved