Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Siapa Penyusun Batu Bertumpuk di Aliran Sungai Ini? Begini Penjelasan Polisi

Kerusakan areal persawahan itu diduga dipicu setelah ditemukannya puluhan batu bertumpuk di aliran sungai.

Editor: abduh imanulhaq
SUKABUMI SYNDICATE
Puluhan batu bertumpuk di aliran Sungai Cibojong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SUKABUMI - Aparat Polsek Cidahu dan Polres Sukabumi hingga Senin (5/2/2018) petang masih menyelidiki penemuan puluhan batu bertumpuk di aliran Sungai Cibojong.

Batu bertumpuk yang diperkirakan mencapai 90 titik itu ditemukan di aliran sungai di Kampung Cibojong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (1/2/2018).

"Sekarang kami masih terus menyelidiki perkaranya," kata Kapolsek Cidahu, AKP Afrizal.

Dia menuturkan, langkah penyelidikan ini untuk mengetahui siapa pembuat puluhan batu bertumpuk di sungai itu.

Juga untuk mendapatkan penjelasan maksud dan tujuan atau alasan pembuatan batu bertumpuk di lokasi tersebut.

"Karena asumsi di masyarakat jadi lain. Ada yang bilang fenomena alam setelah gerhana bulan total. Ada juga yang menghubung-hubungkan ke mistis segala," tuturnya.

"Kalau memang itu sebagai hasil karya kreatif atau karya seni, saya imbau kepada pembuatnya bisa datang ke Polsek Cidahu untuk klarifikasi," sambung dia.

Terkait pengakuan dari sebuah komunitas pada akun grup Facebook, dia mengatakan akan menelusurinya. 

Sebelumnya juga ada akun Facebook yang diduga sebagai pembuatnya.

"Tentunya informasi yang kami terima akan diselidiki dan ditelusuri," kata mantan Wakapolsek Cicurug itu.

Afrizal mengakui menerima laporan keluhan warga yang mengalami kerusakan pada areal persawahan.

Kerusakan areal persawahan itu diduga dipicu setelah ditemukannya puluhan batu bertumpuk di aliran sungai.

"Warga berdatangan ke lokasi pada Kamis lalu setelah informasi penemuan batu itu ramai di Facebook. Kami juga tidak bisa mencegah ratusan warga yang ingin melihat ke lokasi. Keramaian mulai sepi setelah magrib," jelasnya.

Muspika Cidahu dan unsur tokoh masyarakat sepakat membongkar puluhan batu bertumpuk tersebut pada Jumat (3/2/2018).

Tujuannya agar tidak menyebabkan kerusakan lahan dan meresahkan warga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved