Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

INSPIRATIF! Suku Primitif Togutil di Halmahera, Dulu Setengah Telanjang tetapi Kini Pakai Hijab

Togutil adalah sebutan sekelompok manusia yang mendiami hutan di kawasan Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

Tayang:
KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN
Para suku Togutil yang mulai hidup bermasyarakat di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara(KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN) 

TRIBUNJATENG.COM, HALMAHERA - Togutil adalah sebutan sekelompok manusia yang mendiami hutan di kawasan Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

Mereka hidup di hutan belantara masih tergolong primitif.

Setengah dari tubuh mereka baik kaum lelaki maupun perempuan hanya ditutupi daun.

Mereka belum mengenal budaya maupun agama. Untuk bertahan hidup saja, kebutuhan makanan mereka masih berharap banyak dari alam.

Meski demikian, ada di antara mereka sesekali keluar hutan menuju permukiman penduduk dan kamp-kamp perusahaan untuk mencari makanan.

Para suku Togutil yang mulai hidup bermasyarakat di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara(KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN)
Para suku Togutil yang mulai hidup bermasyarakat di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara(KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN) (KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN)

Tampang yang brewok ditambah rambut gimbal nan panjang membuat warga berpandangan bahwa mereka orang jahat.

“Padahal mereka sebenarnya baik. Sifat mereka itu, kalau melihat warga, lari. Begitu pun sebaliknya, kalau warga melihat suku Togutil, lari juga,” kata Rahman Saha, salah satu pembina Togutil, Kamis (8/2/2018).

“Kalau melihat warga di hutan, mereka akan ikuti dari belakang dengan harapan ada jejak sisa makanan. Ada juga yang mendatangi kamp-kamp perusahaan. Mereka di sana akan berkomunikasi baik-baik dengan menggunakan bahasa Tobelo untuk minta makanan maupun pakaian,” kata Rahman.

Begitulah cara hidup mereka selama berpuluh-puluh tahun di dalam hutan.

Kehidupan di antara mereka mulai berubah total ketika para pencari kayu gaharu di kawasan hutan Halmahera Timur, sekitar Oktober 2016 mendapati satu di antara mereka (Togutil) dalam kondisi memprihatinkan.

Baca: VIDEO: Oknum Biksu Ketahuan Mencuri CD dan BH Wanita, Faktanya Mengejutkan Polisi

Wanita itu dalam kondisi kelaparan, sangat lemah. Tidak berpakaian, setengah badannya hanya ditutupi daun.

“Melihat kondisinya demikian, akhirnya ditawarkan untuk dibawa ke perkampungan dan ia pun menyetujuinya. Dia berkata, kalau dia merasa lebih baik akan kembali lagi ke hutan yang ditempuh dengan jarak tiga hari, untuk memanggil keluarganya lagi,” ujar Rahman.

Dari situ, kata Rahman, semua keluarganya yang terdiri dari dua kepala keluarga dengan jumlah 10 orang akhinya ikut bersama pencari kayu gaharu tadi masuk ke permukiman warga hingga dibawa ke Kota Ternate.

Di dalam kota, mereka sempat berpindah-pindah. Mereka menjadi tontotan warga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved