Cuaca Ekstrem
Mobil Anto Hampir Dua Jam Tak Bergerak di Jalan Layang Kalibanteng
Anto, yang mengendarai mobil hendak pulang ke rumahnya di kawasan Graha Padma Semarang, ikut terjebak macet.
Penulis: Erwin Ardian | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kemacetan panjang akibat banjir di Mangkang membuat kendaraan dari arah Semarang ke Kendal terjebak macet hingga di Jalan Layang Kalibanteng, Semarang.
Anto, yang mengendarai mobil hendak pulang ke rumahnya di kawasan Graha Padma Semarang, ikut terjebak macet.
Baca: Air Sungai Bringin Mangkang Semarang Meluap, Alirannya Deras Membanjiri Perkampungan
"Sudah hampir dua jam mobil saya tak bergerak di atas jalan layang ini, padahal biasanya dari sini sampai rumah saya cukup lima menit saja," kata Anto yang menghubungi Tribunjateng.com, Jumat (9/2) malam.
Menurut Anto, kendaraan sempat bergerak maju beberapa meter tapi setelah itu kembali berhenti dan tidak bergerak sama sekali.
Tak hanya mobil saja, pengendara sepeda motor yang melintas juga ikut terjebak macet di tengah hujan gerimis.
Terjadi hujan deras selama beberapa jam di wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2018) sore.
Hal itu mengakibatkan dampak-dampak, satu di antaranya adalah meluapnya air di Sungai Bringin, Mangkang Wetan, Tugu yang menyebabkan jebolnya tanggul Kalisasak.
Baca: KISAH NYATA! Pemulung Ini Lahirkan Bayi di Gerobak Barang Bekas di Pinggir Jalan pada Pagi Buta
Jebolnya tanggul itu membuat aliran air terus menggenangi pemukiman warga RT 3 RW 3 Mangkang Wetan ini.
Pantauan Tribunjateng.com pada Sabtu (10/2/2018) pukul 00.00-01.00 WIB dini hari ini, air sungai masih mengalir ke pemukiman dengan derasnya.
Warga pun bergotong royong membersihkan sisa-sisa air yang menggenang di tempat tinggal mereka agar dapat tidur nyenyak.
Mona adalah salah satu warga RT 3 RW 3, Mangkang Wetan, Tugu Kota Semarang yang terdampak banjir akibat hujan deras, Jumat (9/2/2018) sore ini.
Menurut Priyanto, tetangga sebelah Mona, rumah Mona roboh seluruhnya diakibatkan oleh derasnya aliran sungai Bringin yang menggenangi pemukiman.
"Kira-kira setelah selesai Isya (setelah pukul 19.00 WIB) ada suara 'krosak', setelah saya cek, rumah Mona sudah roboh," ungkap Priyanto.
Baca: Desak Mundur 54 Profesor dari Ketua MK , Jawaban Arief Hidayat Mengejutkan!
Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) melakukan tinjauan langsung ke beberapa titik tanggul yang jebol di lokasi tersebut, Selasa (6/2/2018) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga mewakili Pemerintah Kota Semarang menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak.
Salah satunya yang menerima bantuan sembako dari Hendi adalah Mona.
Sementara itu, hari ini, Jumat (9/2/2018), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Agus Harmunantomengatakan bahwa satu rumah yang roboh merupakan rumah warga Kelurahan Mangkang Wetan yang terletak di dekat lokasi tanggul yang jebol.
"Hanya satu rumah yang roboh. Lainnya hanya kemasukan banjir. Tidak ada kerusakan," katanya kepada Tribunjateng.com.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/macet-hingga-di-jalan-layang-kalibanteng-semarang_20180209_213036.jpg)