Masih Ada Keluhan Layanan BRT? Ade Bhakti Beri Diklat Petugas Pengecekan Armada

Masih Ada Keluhan Layanan BRT? Ade Bhakti Beri Diklat Petugas Pengecekan Armada

Masih Ada Keluhan Layanan BRT? Ade Bhakti Beri Diklat Petugas Pengecekan Armada
tribunjateng/m zainal arifin
Petugas Persiapan Armada BRT Trans Semarang mengikuti diklat pengecekan armada di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan di Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang berupaya untuk memperketat dalam pengecekan sebelum armada bus rapid transit (BRT) dioperasionalkan. Untuk itu, BLU Trans Semarang memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 20 petugas kesiapan armada
BRT.

20 petugas itu adalah petugas yang melakukan pengecekan kesiapan armada BRT sebelum beroperasi. Diklat diberikan menindaklanjuti adanya keluhan pengguna BRT tentang air conditioner (AC) bus yang panas dan bocor serta keluhan lainnya.

"Ada keluhan penumpang BRT yang kurang nyaman dengan beberapa unit bus Trans Semarang. Di antaranya AC panas dan bocor. Karena itu kami berikan diklat kepada petugas pengecekan kesiapan armada," kata Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Jumat (16/2).

Diklat tersebut digelar di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan di Tegal. Dikatakannya, diklat ini dimaksudkan untuk memberikan peningkatan pelayanan yang optimal kepada masyarakat tentang keselamatan transportasi.

"Diklat ini untuk merefresh kembali pengetahuan petugas persiapan armada, bahwa tidak boleh ada toleransi terkait kelaikan armada. Apalagi Trans Semarang adalah citra transportasi kota ini," tegasnya.

Ade memaparkan, dari data hingga Desember 2017, terdapat 653 keluhan pengguna BRT. Dari jumlah itu, 90 keluhan yang masuk dari masyarakat mengeluhkan tentang kondisi armada seperti kualitas AC, pintu hidrolik yang macet, dan asap kendaraan yang pekat atau emisi gas buang yang tinggi.

Beberapa waktu lalu, Dishub Kota Semarang telah melakukan uji emisi pada seluruh unit BRT. Beberapa bus yang gas buangnya cukup tinggi telah dikandangkan dan diperbaiki. Saat ini sudah beroperasi kembali.

"Bagi yang tidak lolos uji emisi kami minta agar operator memperbaiki semua armada dan melarang untuk tidak dioperasionalkan sebelum diperbaiki," jelasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved