Didominasi Wisatawan Luar Kota, Sampan dan Becak Air Grand Maerakaca Laris
Ribuan orang berwisata di Grand Maerakaca Semarang pada Tahun Baru Imlek yang menjadi hari libur nasional
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: Catur waskito Edy
Laporan wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ribuan orang berwisata di Grand Maerakaca Semarang pada Tahun Baru Imlek yang menjadi hari libur nasional, Jumat (16/2/2018).
Tak hanya datang dari Semarang, bahkan wisatawan tersebut didominasi dari luar kota.
"Jumlah wisatawan hari ini di Grand Maerakaca berkisar 2 ribu orang."
"Kebanyakan dari mereka bahkan bukan dari Semarang, melainkan luar kota," jelas Umi Maftuhah, koordinator ticketing kepada Tribunjateng.com.
Menurut penuturan Umi pula, wisatawan dari China juga nampak terlihat berkunjung ke lokasi Taman Mini Jawa Tengah ini.
Banyaknya spot foto instragamable menjadi satu di antara faktornya.
35 anjungan rumah khas Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah ditampilkan di lokasi wisata tersebut.
Miniatur dari Karimun Jawa dan Mandalika yang berupa mangrove dengan dikelilingi oleh jalan setapak juga menjadi idaman pengunjung.
Jembatan harapan juga banyak dimanfaatkan untuk berfoto.
Namun tak kalah menarik, kehadiran sampan dan becak air juga diburu oleh wisatawan.
Cukup dengan merogoh kocek Rp 10 ribu per orang, pengunjung dapat memilih untuk menikmati berkeliling danau dengan sampan atau becak air.
"Antusias pengunjung terhadap sampan dan becak air cukup tinggi."
"Dengan membayar Rp 10 ribu, mereka dapat berkeliling danau selama 20 menit dan melihat mangrove serta beberapa anjungan."
"Tak heran mereka rela mengantri," jelas Suradi, ticketing sampan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dermaga-asmara-grand-maerakaca_20180217_080439.jpg)