Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Blokade Jalan Tol Brexit Warga : Sejak Ada Tol, Rumah dan Sawah Kami Kebanjiran

Ratusan warga memblokade jalan tol Brebes Timur (Brexit)- Pejagan KM 267 di Desa Krasak, Kecamatan/ Kabupaten Brebes

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Warga memblokade jalan tol di kedua ruas baik yang menuju atau dari Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES - Ratusan warga memblokade jalan tol Brebes Timur (Brexit)- Pejagan KM 267 di Desa Krasak, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, Rabu (21/2/2018).

Mereka menilai, akibat konstruksi jalan tol, saluran air yang ada di Sungai Sigeleng terhambat dan mengakibatkan banjir di sejumlah desa di saluran sungai tersebut.

"Sudah dua tahun berturut- turut sejak jalan tol dibangun, rumah dan sawah kami selalu kebanjiran," kata koordinator aksi yang juga warga RT 005 RW 001 Desa Krasak, Sahroni.

Menuturnya, sebelum dibangun jalan tol, rumah- rumah tidak kebanjiran.

Dua tahun kebanjiran, Sahroni mengatakan kondisi tahun ini lebih parah. Meskipun ketinggian air tidak seperti tahun lalu, namun wilayah banjir bertambah luas.

"Tahun lalu, hanya rumah- rumah di sisi selatan jalan tol saja yang kena banjir. Namun, tahun ini, meluas hingga ke sisi utara dan timur tol," jelasnya.

Setelah dibangun jalan tol, kata dia, lebar dan ketinggian sungai yang masuk terowongan di bawah jalan tol semakin sempit.

Saat ini, ketinggian terowongan air Sungai Sigeleng hanya sekitar 2 meter dan tinggi 3 meter.

"Terowongan sempit itu tidak bisa menampung debit air sungai saat meluap. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini," terangnya.

Idelnya, terowongan air yang bisa menampung debit air sungai itu mencapai lebar 10 meter dan tinggi 4 meter.

Sahroni menuturkan, akibat banjir selama dua tahun itu, kerugian yang dialami warga sebesar Rp 17 miliar.

Dia menyebut, ada lima desa yang terdampak banjir karena kurang lancarnya saluran air yakni Desa Krasak, Pemaron Wuangandalam, Terlangu, dan Padasugih.

"Saya percaya pemerintah dan pihak tol bisa menyelesaikan persoalan ini. Tuntutan kami tidak macam- macam, bongkar bangunan jalan tol dan dibuat jembatan agar arus sungai lancar," tegasnya.

Sementara, warga RT 008 RW 001 Desa Krasak, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, Raswat (45) menuturkan seumur hidupnya tinggal di desa tersebut, perkampungannya tidak pernah mengalami banjir.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved