Pedagang malah Bantu Tim Gabungan Bongkar Kiosnya di Sawah Besar
Pedagang malah Bantu Tim Gabungan Bongkar Kiosnya di Sawah Besar di bantaran sungai Banjir Kanal Timur
Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang melaksanakan pembongkaran kios pedagang kaki lima (PKL) Barito di dua kelurahan yang berada di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Yaitu Kelurahan Rejosari dan Kelurahan Sawah Besar.
Proses pembongkaran kios PKL di Sawah Besar relatif berjalan lancar. Tidak ada aksi protes dan penolakan dari pedagang sebagaimana yang terjadi di Kelurahan Rejosari.
Para petugas membongkar satu per satu kios dengan dibantu pedagang pemilik kios.
Seorang pedagang, Supriyanto mengatakan, dirinya mengikuti saja pembongkaran kios yang dilakukan petugas. Hanya saja, ia belum akan memindahkan langsung barang dagangannya ke pasar Waru, yang menjadi tempat relokasi.
"Sementara ditampung dulu di kios teman. Nanti kalau kios di Pasar Waru sudah jadi, baru saya pindahkan ke sana," kata Supriyanto, Rabu (21/2/2018).
Supriyanto sudah 15 tahun berjualan sembako di bantaran Sungai BKT. Ia menyadari area yang ditempatinya untuk berjualan merupakan area terlarang karena berupa bantaran sungai. Jika kemudian dipindahkan, ia menerima.
"Sudah bagus saya diberi tempat untuk berjualan lagi di Pasar Waru. Tapi saya khawatir kalau di sana nanti tidak laku karena akses dari sini ke pasar Waru jauh," ujarnya.
Karena itu, Supriyanto berencana akan membuka kiosnya di daerah tersebut lagi namun bukan di bantaran sungai. Pilihan kedua, ia berjualan dan membuka kios di rumahnya sendiri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pedagang-bantu-bongkar-kiosnya-di-sawah-besar_20180221_223923.jpg)