Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Api di Matahari Kudus Sudah Bisa Dikendalikan, Namun Asap Masih Mengepul

Petugas melokalisir keberadaan api agar tidak merembet ke bangunan lain. Petugas melakukan penyekatan dengan menyiramkan air agar api tidak merembet.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
APi berhasil dikendalikan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kebakaran hebat menimpa Matahari Kudus (Kudus Plasa), Kamis (22/2/2018).
Api mulai bisa dikendalikan sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepulan asap putih tipis masih keluar dari lantai dua dan latai tiga.

Sementara sejumlah petugas pemadam masih menyiramkan air guna pendinginan.

Didik Hartoko, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kudus mengatakan, kebakaran diketahui sejak pukul 05.00 WIB.

Api secara cepat merambat lantaran banyaknya benda yang mudah terbakar.

"Kalau dilihat dari kondisi bangunan sebenarnya tidak sulit. Hanya saja karena banyak benda yang mudah terbakar membuat api cepat merambat. Selain itu petugas pemadam juga tidak bisa masuk menjangkau titik api karena kepulan asap hitam pekat yang sangat membahayakan," kata Didik.

Dalam kondisi sulitnya api dipadamkan, tambahnya, petugas hanya bisa melokalisir keberadaan api agar tidak merembet ke bangunan lain.

Di depan gedung Matahari terdapat Kudus Ekstensien Mal (Hypermart), kata Didik, petugas melakukan penyekatan dengan menyiramkan air agar api tidak merembet.

"Juga di sebelah selatan gedung terdapat rumah sakit, petugas juga melakukan penyekatan agar tidak menjalar ke rumah sakit umum," kata Didik.

Djarot Trinobo, Store Manager Matahari Kudus mengatakan, pihaknya mendapat laporan jika terjadi kebakaran sekira pukul 07.00 WIB.

Mengetahui hal tersebut, dia lantas mengecek kebenarannya.

"Sejak jam tutup semalam tidak ada tanda-tanda bahaya. Saat terbakar juga masih belum ada aktivitas. Dugaannya ya itu, mulai terjadi kebakaran sekitar pukul 05.00 WIB," kata Djarot.

Dia tidak mau menerka seberapa besar kerugian yang dialami.

Pasalnya, dalam gedung berlantai tiga itu juga terdapat gerai yang tidak dikelola oleh manajemen Matahari.

"Kalau untuk Matahari itu di lantai dua. Isinya fesyen. Sebagian lantai satu lainya sepatu dan sandal. Untuk lantai tiga terdapat food court, bioskop. Lantai satu terdpat kios yang bukan milik Matahari," tandasnya.

Menurut Djarot, Matahari mulai menempati gedung yang disewa dari Pemerintah Kabupaten Kudus itu sejak 1990.

Sementara jumlah pekerja yang ada di pusat perbelanjaan tersebut kisaran 300 orang.

"Untuk penyebab kami serahkan semuanya kepada pihak kepolisian. Dan juga kerugian pasti masih belum kami ketahui. Yang pasti apa yang telah kami kelola sudah kami asuransikan," tandasnya.

Sementara Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.

"Olah TKP tidak bisa langsung kita lakukan, karena bangunan masih dalam keadaan panas. Kami juga akan lakukan identifikasi forensik," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved