UPDATE: Kebakaran di Matahari Kudus Api Sulit Dipadamkan
Kebakaran yang melanda Matahari Kudus, Rabu (22/2/2018) sampai saat berita ini diturunkan api masih belum padam.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kebakaran yang melanda Matahari Kudus, Rabu (22/2/2018) sampai saat berita ini diturunkan api masih belum padam.
Asap hitam tebal masih membumbung tinggi.
Rizka Nova Wijaya (20), warga Kelurahan Ploso RT 2 RW 4 mengatakan, asap mulai membumbung sekira pukul 06.20 WIB. Mulanya asap dari sudut gedung lantai tiga sebelah utara.
"Melihat adanya asap hitam tebal dari Matahari, para pedagang yang ada di Pasar Bitingan (belakang Matahari) pada panik. Mereka berhamburan membawa dagangannya," katanya.
Belasan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk pemadaman. Satu di antara upaya pemadaman yakni dengan memecah kaca di lantai dua.
Warga berjubal di sekeliling Matahari. Arus lalu lintas tak ayal menjadi tersendat. Untuk memperlancar sejumlah polisi masih sibuk mengatur lalu lintas.
Hardi Cahyana, Komandan Pemadam Kebakaran PT Djarum mengatakan, dugaan penyebab terjadinya kebakaran dari konsleting listrik. Pasalnya, kebakaran terjadi saat tidak ada aktivitas di dalam gedung Matahari.
"Saat tanya kepada yang sif malam tidak ada aktivitas," kata Hardi saat ditemui di lokasi.
Sejumlah kaca yang ada di gedung itu dipecahkan. Menurut Hardi hal itu agar asap yang mengebul di dalam gedung segera keluar. Serta pemadaman agar lebih mudah.
Sementara sejumlah pemilik gerai, utamanya di lantai dasar sibuk menyelamatkan barang dagangannya.
"Api menjalar di seluruh posisi gedung. Bahkan sampai eskalator. Makanya kaca dipecah katena butuh oksigen dan untuk akses untuk masuk," kata Hardi.
Sampai berita ini diturunkan petugas masih belum bisa menjangkau titik api. Mereka hanya melakukan pemadaman dari luar gedung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/matahari-kudus-terbakar_20180222_085539.jpg)