Breaking News:

Kuasa Hukum Siswa SMAN 1 Semarang akan Menghadap Gubernur

Apabila persoalan ini tetap dilanjutkan oleh pihak sekolah, kata Dio, pihaknya akan menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

Penulis: muh radlis | Editor: m nur huda
youtube
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila saat ini masih mengurung diri di rumah.

Dia merupakan pengurus OSIS SMA Negeri 1 Semarang yang dikeluarkan dari sekolah lantaran diduga melakukan kekerasan terhadap juniornya saat pelaksanaan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada November 2017 lalu.

Selain Anin, rekannya bernama Muhammad Afif Ashor juga dikeluarkan atas perkara yang sama.

Kepada Tribun Jateng, Anin mengatakan dia dan orangtuanya telah memasrahkan penanganan kasus ini kepada kuasa hukumnya.

"Sampai sekarang belum ada perkembangan dari pihak sekolah, kami sudah serahkan ke Om Dio (kuasa hukum) untuk bantu penanganannya," ujar Anin, Minggu (25/2/2018).

Menurut Anin, dia telah mendapat dukungan dari para orang tua siswa yang lain.

"Orang tua siswa lain kasih support," katanya.

Anin dan Afif dikeluarkan sepihak dari sekolah lantaran diduga melakukan penamparan saat pelaksaan kegiatan LDK OSIS.

Kuasa hukum Anin, Dio Hermansyah, mengaku sangat menyesalkan tindakan kepala sekolah yang mengeluarkan kedua siswa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved