Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Dia Kafe Gratis untuk Kegiatan Positif Muda Mudi di Kota Lama

Ini Dia Cafe Gratis untuk Kegiatan Positif Muda Mudi di Kota Lama. Library Kafe Dijkstra ini tersedia buku-buku yang tersusun rapi

Tayang:
Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/mahasiswa magang UIN/Amanat
Ini Dia Cafe Gratis untuk Kegiatan Positif Muda Mudi di Kota Lama. Library Kafe Dijkstra ini tersedia buku-buku yang tersusun rapi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tempat nongkrong sekaligus diskusi dan menambah wawasan dengan fasilitas yang memadai, ada di Kota Lama Semarang yaitu Library Kafe Dijkstra. Tepatnya 1 Km di sebelah utara Tugu Muda Semarang.

Berbeda dengan cafe pada umumnya, yang hanya menyediakan makanan dan minuman, di Library cafe Dijkstra ini tersedia buku-buku yang tersusun rapi di rak buku terbuat dari kayu yang menempel di dinding Kafe.

Di dalam cafe juga terdapat beberapa alat musik seperti gitar besar, gitar kecil dan jimbe.
Disamping itu Kafe Dijkstra juga menyediakan aneka makanan dan minuman, layaknya Kafe lainnya.

Untuk menu makanan ada aromatic udang, omelet sosis, bolognese spageti, bolognese macaroni dll. Sedangkan kalau minuman ada aneka kopi, black tea, teh merah , teh vanila , teh rosela.

Cafe yang beralaskan kayu ini buka mulai pukul 11.00 wib sampai pukul 23.00 wib.

Dinda salah satu pengelola cafe tersebut mengatakan, nama cafe diambil dari seorang tokoh Belanda yaitu Romo Jhon Dijkstra. Romo Jhon tokoh Belanda yang ikut dalam Gerakan Pancasila, yang dulunya bekerja di sini, dan meninggalkan kenang-kenangan banyak buku.

Dinda dan teman-temannya yang tergabung sebagai Gerakan Berline (Bersama Lindungi Ekosistem) yang diberi mandat oleh Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani dan Nelayan (LPUBTN) untuk mengelola Cafe Dijkstra tersebut.

“Kafe library ini tidak hanya menyediakan buku-buku peninggalan dari Jhon Dijkstra, namun juga menerima donasi buku dari luar” terangnya, Senin 26 Februari 2018.

Kafe dijskstra yang di dirikan sekitar desember 2016, bertujuan menjadi wadah atau panggung untuk anak-anak muda (komunitas) yang ingin mengadakan kegiatan, namun terkendala lahan.

“Kami menyediakan tempat kegiatan untuk komunitas secara gratis, selama kegiatan itu bersifat positif" terangnya.

Namun dengan syarat diantaranya mau menjaga dan bergotong-royong membersihkan tempat, setelah kegiatan selesai.

Ada beberapa fasilitas yang ditawarkan oleh Kafe Dijkstra, diantaranya ruangan yang free wifi, proyektor, LCD.

Ini Dia Cafe Gratis untuk Kegiatan Positif Muda Mudi di Kota Lama. Library Kafe Dijkstra ini tersedia buku-buku yang tersusun rapi
Ini Dia Cafe Gratis untuk Kegiatan Positif Muda Mudi di Kota Lama. Library Kafe Dijkstra ini tersedia buku-buku yang tersusun rapi (TRIBUNJATENG/mahasiswa magang UIN/amanat)

“Jika mau meminjam peralatan yang disediakan, kami mempersilahkan, dengan donasi seikhlasnya sebagai maintenance peralatan” jelas perempuan asal semarang tersebut.

Selain menjadi Kafe Library yang berada di lantai dua, ada juga di lantai satu yang digunakan sebagai Kantor Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani dan Nelayan (LPUBTN).

Sedangkan di lantai tiga dijadikan sebagai hostel atau tempat penginapan bagi komunitas yang ingin menginap, dengan tarif permalam Rp 30.000 setiap orang.

Dinda menjelaskan untuk mekanisme peminjaman tempat cafe sebagai panggung kegiatan, bisa melalui nomor WA 085848793854 , via instagram @dijkstra.cafe, atau langsung datang ke Cave Dijkstra yang beralamat di Jl.Srigunting 10 Kota Lama Semarang. (Tribunjateng/mahasiswa SKM UIN Amanat)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved