Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kasus Pembunuhan

TETANGGA Pergoki 'Pembunuh' Kabur Boncengkan Wanita Muda Mirip Mantan Pembantu Metha

Tetangga melihat perempuan mirip mantan pembantu Metha bersama terduga pelaku pembunuhan.

Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
facebooker
Seorang Ibu rumah tangga Metha Novita ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya Jalan Bukit Delima B9 17, Ngaliyan, Semarang, Kamis (1/3). Wanita berusia 38 tahun meninggal dengan luka tusukan di perut sebelah kiri. 

Mantan pembantu yang dimaksud berinisal L.

L kerja sebagai pembantu atau asisten rumah tangga di rumah Metha hanya beberapa bulan.

Berdasar keterangannya, L dipecat oleh Metha karena perilaku L tidak baik.

Pelaku yang diduga membunuh Metha didapati berboncengan dengan seorang wanita yang mirip dengan L.

Endang (62) wanita yang tinggal di depan rumah Metha tersebut juga merasa wanita yang dibonceng pelaku mirip dengan L mantan pembantu Metha.

"Kalau dilihat tadi memang yang dibonceng itu berjilbab, pakai lengan panjang, tapi rambutnya terlihat sedikit, agak pirang mirip L itu, badannya juga mirip," terang Endang.

Kata Endang, pria terduga pelaku mondar mandir di depan rumah korban sekitar pukul 07.30 WIB.

"Ada kalau tiga kali, saya sempat mbatin ini orang malu bertanya sesat di jalan," terangnya Endang lebih lanjut.

Tidak lama setelah itu ia masuk ke dalam rumahnya. Dan sekitar pukul 08.15 Endang dengar teriakan Metha.

"Teriaknya kencang saya keluar sampai depan rumah sudah berhenti teriakannya, lalu saya lihat pagar tertutup. Saya ketuk-ketuk pagarnya kok nggak ada yang keluar. Saya panggil bu Metha juga nggak nyaut tapi saya lihat di jendela ada yang mengintip berarti kan ada orang," jelas Endang.

Tidak berani masuk, ia pun memanggi para mahasiswa yang mengontrak di sebelah rumah Metha.

"Setelah dicek benar memang ada orang. Mahasiswa keluar. Orang (terduga pelaku) itu keluar sambil membawa Nako, anak Metha paling bungsu. Lalu Nako dikasihkan ke Tinug itu. Dia kan memang yang akrab sama Nako. Saya sudah tua ndak kuat nggendong," jelas Endang.

Setelah menyerahkan Nako, Endang membeberkan bahwa pria tersebut berbicara bahwa ia kenal dengan mantan pembantu, kenal dengan Metha, juga kenal dengan Tinug. Namun ia berbicara sembari beranjak ke sepeda motornya.

"Pas naik motor saya minta anak-anak mahasiswa itu menangkap orang itu. Ditangkap dulu nanti kalau ada apa-apa suruh tanggung jawab," ucap Endang.

Ketika Endang berbicara seperti itu, pelaku kemudian tancap gas dan kabur.

Di ujung gang perempuan yang diboncengnya sudah menunggu dan keduanya bergegas pergi.

"Baru setelah kabur dicek di dalam rumah bu Metha ternyata sudah terkapar," pungkas wanita berhijab tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved