Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

LIPUTAN KHUSUS

Siapkan Akun Cadangan

Seorang driver grabcar, Rijal (bukan nama sebenarnya), mengaku mempunyai dua akun aplikasi transportasi berbasis online.

Tayang:
Penulis: Nur Rochmah | Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang driver grabcar, Rijal (bukan nama sebenarnya), mengaku mempunyai dua akun aplikasi transportasi berbasis online. Menurut dia, kedua akun tersebut tak ada yang atas namanya dirinya pribadi.

"Saya punya dua akun, satu saya sering operasikan tiap hari, satunya lagi gak aktif, hanya buat cadangan, dioperasikan kadang-kadang saja?" katanya.

Disampaikan, ia sudah cukup lama menjadi driver transportasi berasis daring. Menurut dia, awalnya ia mengaku mempunyai akun atas nama pribadinya.

Hanya, pada sekitar awal Januari 2018, akun tersebut kemudian terkena suspend lantaran kesalahan kecil yang tak sengaja dia lakukan. Ia dinilai oleh penyedia aplikasi tak menaikkan penumpang dari titik penjemputan yang sesuai dengan di aplikasi..

"Jadi, awalnya saya pakai akun atas nama saya sendiri. Suatu ketika, ada penumpang yang memesan untuk dijemput di titik A, setelah saya telepon, ternyata ia tak berada di situ, melainkan berada di tempat yang sebenarnya tak jauh dari yang disebutkan. Ya, saya angkut saja, beberapa hari kemudian, eh malah saya diputus mitra (PM), padahal saya kerja gini murni, gak pakai tuyul-tuyulan segala," ucapnya.

Lantaran masih ingin menjadi driver taksi online, ia pun kemudian meminta tolong seorang teman dekatnya untuk mendaftarkan diri menjadi driver, ke perusahaan penyedia aplikasi. Ia kemudian memberikan sejumlah kompensasi untuk sang teman tersebut.

"Ada teman, ia sama sekali tak berminat menjadi driver taksi online. Saya minta tolong sama dia untuk daftar, nanti akun itu saya yang pakai," ceritanya.

Disinggung mengenai berapa rupiah yang ia keluarkan untuk sang teman, Rijal sungkan untuk membeberkan. "Ya yang penting pantas, dan tak terlalu mahal, namanya saja sama teman sendiri," ucap dia.

Seminggu setelah itu, sambung Rijal, ia ditanya oleh seorang teman lainnya, apakah membutuhkan akun driver taksi online. Sang teman tersebut, katanya mempunyai akun yang hendak dijual, lantaran sedang butuh uang.

"Akun itu bukan milik pribadi orang yang menawarkan tadi, melainkan milik orang lain juga. Akhirnya disepakati, akun itu saya beli Rp 950.000. Ya untuk cadangan saja, sewaktu ada apa-apa dengan akun yang hampir tiap hari saya gunakan ini, saya tak capek-capek nyari akun lagi agar tetap dapat kerja," terangnya.

Diakui, harga akun yang tak sampai Rp1 juta itu, untuk saat ini dinilai masih murah. Menurut dia, sekarang ini harga akun bisa mencapai Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta.

"Ini, karena sejak akhir bulan kemarin, informasinya perusahaan penyedia aplikasi sudah melakukan penutupan pendaftaran, sudah mulai menerapkan pembatasan, makanya harga akun melambung," ujarnya. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved