Operasi Keselamatan

Pedagang Kerupuk Ini Ditilang Polisi, Mau Tau Apa Salahnya?

Pedagang Kerupuk dicegat polisi di depan Pasar Cepu Blora, Kamis 8 Maret 2018 gara gara bawa kerupuk kebanyakan

Pedagang Kerupuk Ini Ditilang Polisi, Mau Tau Apa Salahnya?
tribunjateng/humas polres blora
Pedagang Kerupuk dicegat polisi di depan Pasar Cepu Blora, Kamis 8 Maret 2018 gara gara bawa kerupuk kebanyakan 

TRIBUNJATEG.COM, BLORA - Satlantas Polres Blora terus melakukan kegiatan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 untuk tertibkan pengguna jalan yang melanggar peraturan lalu lintas sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.

Ketika petugas Unit Patwal Sat Lantas Polres Blora Aiptu Pujiono, Kamis (8/3/2018) pagi tadi menghentikan pemotor karena membawa barang dagangannya secara berlebihan di Jln. Pasar Cepu, Blora.

Saat itu ada empat orang petugas Sat Lantas Polres Blora yang sedang melakukan pemantauan arus lalu lintas di sekitar kawasan ini.

Kasat Lantas AKP Febriyani Aer menyatakan petugas menghentikan seorang pemotor yang membawa kerupuk secara belebihan.

Kerupuk yang dibawa pemotor ini ditumpuk-tumpuk di bagian belakang motornya.
Tumpukannya sangat tinggi sehingga pemotor ini kesulitan untuk mengendalikan motornya.

“Benar pagi tadi anggota Sat Lantas yang sedang melakukan patroli dan pemantauan arus menghentikan dan menilang pengendara yang membawa tumpukan kerupuk berlebihan di depan pasar Cepu,” ujarnya.

Sebenarnya, menjadikan kendaraan sebagai sarana angkutan barang telah diatur dalam aturan pemerintah.

Adapun pengaturannya tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta secara khusus dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

Pada pasal 137 ayat 3 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dikatakan bahwa jenis angkutan barang dengan kendaraan bermotor wajib menggunakan mobil barang.

“Tentunya pemberian izin juga diatur teknisnya. Untuk sepeda motor diwajibkan muatan yang dibawa memiliki lebar tidak melebihi stang kemudi. Selain itu tinggi muatan tidak melebihi 900 milimeter dari atas tempat duduk pengemudi, serta barang muatan ditempatkan di belakang pengemudi.” terang AKP Feby

Lebih Lanjut kasat Lantas menjelaskan, apabila cara berkendara si pengendara membahayakan maka dapat dikenakan sanksi Pasal 311 ayat (1) UU 22/2009, yang isinya.

"Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawanya sendiri atau orang lain. Akan dikenakan sanksi pidana kurungan satu tahun penjara atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah)." katanya. (tribunjateng/humas polres blora)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved