Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Keren, Ramuan Jahe Rempah 'Mbah Jo' Bahkan Menembus Pasar Singapura dan Arab Saudi

Bahkan, jahe rempah itu malah sampai dipesan oleh orang-orang dari Kalimantan dan Riau.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Akhtur Gumilang
Salah satu pegawai Mbah Jo yang sedang memperlihatkan ramuan jahe rempah ke Tribunjateng.com. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siapa yang tak mengenal Mbah Jo?

Ya, sosok yang satu ini mungkin cukup dikenal oleh warga Kota Semarang dan sekitarnya.

Sebab, jahe rempah Mbah Jo menjadi salah satu jujukan terfavorit bagi masyarakat Semarang hampir setiap hari.

Sosok yang bernama lengkap Tukijo ini menjajakan dagangan jahe rempahnya di belakang Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Saat ditemui Tribunjateng.com, Mbah Jo sedang sibuk melayani pembelinya.

Putra sulung Mbah Jo, Deny Budianto pun ikut menemani bapaknya berjualan.

Deny menjelaskan usaha jahe rempah bapaknya sudah dirintis sejak tahun 1996 silam.

Ayahnya dulu hanya berjualan teh dan kopi jos di warung yang hingga saat ini masih ditempati.

Usahanya berkembang pesat seiring kemauan keras dari ayahnya untuk mencoba meracik rempah-rempah menjadi minuman penghangat tubuh.

"Kalo diingat, Mbah Jo mulai membuat jahe rempah pada tahun 2002. Belajar resep dari sebuah majalah, dia meracik jahe rempah. Bahan-bahannya ia ambil langsung dari Kecamatan Batu, Wonogiri," terang Deny kepada Tribunjateng.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, secara perlahan racikan jahe rempah buatan ayahnya mulai digandrungi para pembeli.

Alasannya, jahe rempah ramuan Mbah Jo kaya akan tanaman herbal macam jahe, kunir, kencur, temu mangga, kunir putih temulawak dan gula jawa.

"Yang paling laris di sini jahe rempah karena bisa meredakan asam urat koresterol, pegal linu," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan Jahe rempah Mbah Jo bahkan telah merambah ke luar Jawa hingga tanah Arab.

Menurut Deny, sudah tujuh tahun ini jahe rempah racikan bapakanya digemari banyak orang.

Bahkan, jahe rempah itu malah sampai dipesan oleh orang-orang dari Kalimantan dan Riau.

"Sekali pesan jumlahnya bisa ratusan bungkus. Biasanya pembeli kepincut kemudian membawa pulang ke daerah masing-masing. Selain itu, pesanan juga datang dari pelanggan asal Singapura dan Arab Saudi," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved