Sejarah Hotel Purnama Semarang Ternyata Inspiratif dan Mengharukan
Sejarah Hotel Purnama Semarang Ternyata Inspiratif dan Mengharukan. Kini sudah berusia 10 tahun berkiprah
Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan warga Bandarharjo berkumpul di Hotel Purnama Semarang, Minggu (18/3). Sejak pagi, mereka berbondong-bondong mendatangi kawasan tersebut untuk mendapatkan sembako murah serta pengobatan gratis.
Berbekal kupon sembako yang telah dibagikan, peserta antri dengan tertib. Panitia dibantu petugas keamanan terlihat mengatur agar proses pembagian paket sembako murah berjalan lancar dan tidak desak-desakan.
Ketua Panitia, Widodo Seno Muljo menjelaskan, acara ini merupakan bagian dari perayaan 10 tahun beroperasinya Hotel Purnama Semarang. Disediakan 700 paket sembako murah berisi 2 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng dan 1 dus teh celup. Kebutuhan pokok senilai Rp50 ribu tersebut dijual dengan harga Rp25 ribu.
Selain menjual sembako murah, juga disediakan pemeriksaan kesehatan gratis. Dihadirkan 10 tenaga dokter, 20 tenaga medis dan 10 tenaga farmasi untuk melayani peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan resep melainkan juga obat gratis dari tim kesehatan.
Widodo Seno Muljo menambahkan, hotel Purnama menyasar segmen ekonomi menengah ke bawah. Harga kamar dibandrol mulai Rp200 ribu. Meski begitu fasilitas kamar tidak kalah bersaing dengan hotel bintang lima, dilengkapi water heater, air conditioning (AC),wifi, TV dan kamar mandi dalam.
Tamu Hotel Purnama kebanyakan adalah backpacker, crew kapal karena dekat dengan pelabuhan, pelancong pengguna kereta api, karena juga dekat stasiun Tawang Semarang. Tersedia 15 kamar dengan tingkat okupansi atau keterisian kamar per bulan rata-rata 60 persen.
"Ada juga pebisnis yang menginap ke sini, kebanyakan mereka yang mencari dekat dengan stasiun atau pelabuhan," katanya.
Sementara itu, pemilik Hotel Purnama, Donny Yoesgiantoro menambahkan, acara ini sebagai bentuk syukur karena hotel Purnama telah hadir dan beroperasi selama satu dasawarsa. Sehingga diadakan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar hotel.
Pria yang juga merupakan Dosen pakar kebijakan publik ini mengungkapkan, Hotel Purnama memiliki sejarah tersendiri bagi dirinya serta keluarga besarnya. Lokasi hotel dulunya merupakan rumah sederhana kediaman keluarga yang kini dialihfungsikan sebagai tempat penginapan.
Berasal dari keluarga yang secara ekonomi tidak berkecukupan, Donny lahir dan tinggal di Bandarharjo. Sejarah lain yang terukir dari bekas kediamannya itu adalah bisa menghasilkan menteri yang menjabat selama 15 tahun pemerintahan di Indonesia.
Adalah Purnomo Yusgiantoro yang merupakan kakak kandungnya. Pernah menjabat sebagai menteri di tiga kepala pemerintahan yang berbeda, mulai dari Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati, hingga Susilo Bambang Yudhoyono.
"Meski lahir di pinggiran Kota Semarang, seperti Bandarharjo ini ternyata bisa menghasilkan Menteri lo. Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini saya berpesan kepada warga sekitar Bandarharjo supaya jangan pernah malu untuk bermimpi, menggapai cita-cita. Karena tidak ada yang tidak mungkin," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sembako-murah-di-hotel-purnama-ultah-ke-10_20180318_164934.jpg)