Sistem Satu Arah
Dishub Kota Semarang Akan Evaluasi Penerapan Sistem Satu Arah
Dishub Kota Semarang Akan Evaluasi Penerapan Sistem Satu Arah. Sehingga dapat diketahui bagaimana tingkat kinerja jalan
Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Muhammad Khadik menyatakan, akan dilakukan studi evaluasi penerapan sistem satu arah (SSA) oleh konsultan pada 2018 ini terkait apakah penerapan SSA justru berdampak pada kemacetan lalu lintas.
Dalam studi tersebut, akan dilakukan analisis tingkat kinerja jalan baik ruas maupun persimpangan.
"Sehingga dapat diketahui bagaimana tingkat kinerja jalan saat ini setelah diberlakukan SSA apakah ada peningkatan atau penurunan jika dibandingkan tingkat kinerja jalan sebelum SSA," kata M hadik, Minggu (18/3/2018).
Dari hasil studi tersebut, nantinya akan dibahas dalam forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) tingkat kota untuk mendapatkan saran dan masukan dari seluruh stake holder terkait.
Khadik memaparkan, saat ini pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang mencapai 12 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9 persen per tahun. Tercatat, ada 1,6 juta kendaraan roda dua dan 500 ribu kendaraan roda empat di Kota Semarang.
"Persoalan kemacetan dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya, adanya kesenjangan cukup besar antara kapasitas jalan dengan pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mulai-jumat-17-januari-2017-ada-tiga-jalan-protokol-diberlakukan-satu-arah_20170217_161030.jpg)