Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dilatarbelakangi Aksi Bejat Profesor, Puluhan Wanita Berunjuk Rasa Membawa Semangka

Sekelompok wanita menenteng pamflet dan semangka berunjuk rasa, meradang; memenuhi ruas-ruas jalan

Editor: muslimah
Kolase, semangka dan wanita yang berunjuk rasa terkait aksi bejat professor | Grid.ID 

TRIBUNJATENG.COM - Jalanan tumpah ruah dipenuhi amarah dan serapah.

Sekelompok wanita menenteng pamflet dan semangka berunjuk rasa, meradang; memenuhi ruas-ruas jalan.

Mereka adalah puluhan mahasiswi sebuah perguruan tinggi di negara bagian Kerala, India.

Bukan tanpa sebab semangka mereka genggam di terik panas, aksi protes itu disulut oleh komentar viral seorang professor yang menyamakan semangka dengan payudara wanita.

Video yang tersebar luas di Youtube itu sontak memicu kemarahan banyak orang.

Komentar bernada pelecehan itu menyulut sejumlah perempuan menggelar aksi protes di jalan-jalan, sementara tidak sedikit pula wanita yang menggelar aksi berswafoto dengan dada telanjang yang ditutupi semangka di media sosial.

Semua bermula saat Prof Jouhar Munavvir T, salah seorang staff pengajar Akademi Pelatihan Farook di kota Kozhikode, Kerala mengkritik mahasiswinya yang berselempang selendang di kepala.

Jouhar Munavvir menuding hal itu memancing nafsu bejat banyak pria sebab selendang di kepala tak cukup menutup bagian payudara wanita.

,
Para pengunjuk rasa di ruas jalan lain | Twitter

Ia lantas mengumpamakan dada wanita yang tak tertutup selendang dengan sepotong semangka:

"Itu (dada wanita yang tak tertutup selendang) seperti sepotong semangka yang dipotong, kita bisa melihat betapa matangnya buah itu."

Komentar Jouhar Munavvir itu terekam, dibagikan ribuan kali, dan viral di media sosial.

Hanya beberapa hari setelahnya, jalanan Kozhikode, Kerala dibanjiri para pengunjuk rasa -- yang didominasi wanita - - mengecam komentar Prof Munavvir.

"Komentar itu melecehkan setiap perempuan. Di Kerala, komentar seperti itu tidak bisa ditolerir," jelas Nikhil P, dari Federasi Kaum Muda Demokrasi India, dikutip Grid.ID dari BBC Hindi.

Di tempat yang lain, Aarathi S.A, salah seorang wanita yang menggelar aksi berswafoto dengan dada telanjang yang ditutupi semangka mengungkapkan:

 "Tudingan berlebihan dan bernada seksis pada tubuh wanita itu jadi alasan saya menyebar foto setengah telanjang di media sosial." 

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved