Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilgub Jateng

Ini Empat Elemen Pilgub DKI yang Tidak Ada di Pilgub Jateng Versi Kapolri

Ia berujar akan lebih baik jika menyebut tahun 2018 dan 2019 sebagai tahun pesta demokrasi, bukan tahun politik

Penulis: rival al manaf | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Peresmian gedung baru Polda Jateng di Jalan Pahlawan Nomor 1 Semarang, Jumat (23/3/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peresmian gedung baru Polda Jateng di Jalan Pahlawan Nomor 1 Semarang dihadiri oleh para tokoh agama.

Tampak diantaranya Uskup Agung Semarang, Ketua MUI, hingga Biksu Mahatera dan tokoh agama lainnya dalam kegiatan di halaman mapolda, Jumat (23/3/2018).

Melihat hal tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengajak mereka untuk sepakat mengusung pilkada damai.

Ia menjelaskan yang hadir di peresmian itu memang tidak sepadan dengan jumlah penduduk jateng.

"Hari ini jumlahnya yang hadir mungkin tidak ada lima ratus orang, tapi yang hadir ada plt gubernur, ketua DPRD ada tokoh agama semua selama kita semua sepakat pilkada damai, Jateng pasti damai, karena tiap tokoh di sini mewakili ribuan umat, atau anggotanya masing-masing," terang Kapolri.

Ia berujar akan lebih baik jika menyebut tahun 2018 dan 2019 sebagai tahun pesta demokrasi, bukan tahun politik.

Meski pada praktiknya sama saja, namun menurutnya setiap kata memiliki makna yang berbeda.

"Pesta demokrasi itu senang-senang, tahun politik itu menakutkan, semua orang ketar-ketir, investor takut kebijakan pemimpin berubah," terangnya.

Ia menjelaskan, pilkada di seluruh daerah di Indonesia akan berbeda dengan yang pernah terjadi di Jakarta.

Di ibu kota menurutnya ada empat elemen yang membuat situasi sedikit memanas.

"Empat elemen itu yakni ketidaksukaan figur, faktor keturunan, perbedaan kepercayaan,  dan elemen parpol," tandas Tito. Ia melihat,  empat elemen itu tidak ada di Jateng.

"Disini calonnya santun semua, dari sisi kepercayaan juga tidak ada elemen yang bisa diperdebatkan, apalagi keturunan atau ras," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved