Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Belum Banyak yang Tahu, Ada Budidaya Bibit Buah Tin di Semarang yang Kaya Manfaat

Belum Banyak yang Tahu, Ada Budidaya Bibit Buah Tin di Semarang yang Kaya Manfaat. Lokasi di RT 7 RW 4 Kelurahan Bulustalan

Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
tribunjateng/m zainal arifin
BIBIT BUAH TIN - Lurah Bulustalan Semarang Selatan, Burhan Arifin (bertopi), mengecek tanaman Tin yang dibudidayakan Kelompok Tani Graha Botani, di RT 7 RW 4, Kelurahan Bulustalan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belum banyak orang yang mengenal buah Tin karena buah yang berasal dari Asia Barat itu masih tergolong langka di Indonesia. Namun, warga Kelurahan Bulustalan, Semarang Selatan, Kota Semarang justru sukses membudidayakan buah bernama ilmiah Ficus Carica itu.

Dia adalah ketua Kelompok Tani Graha Botani Kelurahan Bulustalan, Heri Yunianto. Ia mulai menanam tanaman buah Tin setahun lalu. Heri mengatakan, membudidaya tanaman buah Tin cukup sulit karena lahan yang dimiliki sangat terbatas.

BIBIT BUAH TIN - Lurah Bulustalan Semarang Selatan, Burhan Arifin (bertopi), mengecek tanaman Tin yang dibudidayakan Kelompok Tani Graha Botani, di RT 7 RW 4, Kelurahan Bulustalan.
BIBIT BUAH TIN - Lurah Bulustalan Semarang Selatan, Burhan Arifin (bertopi), mengecek tanaman Tin yang dibudidayakan Kelompok Tani Graha Botani, di RT 7 RW 4, Kelurahan Bulustalan. (tribunjateng/m zainal arifin)

"Satu-satunya cara yang memungkinkan untuk bisa menanam buah Tin dengan model Tabulampot (tanaman buah dalam pot--red) karena tidak ada lahan yang cukup," kata Heri kepada Tribun Jateng, Jumat (23/3).

Kesulitan lain dalam menanam buah Tin yaitu karakternya yang tidak bisa hidup jika ditanam di area yang banyak airnya. Sehingga jika musim penghujan tiba, maka dipastikan daun tanaman buah Tin akan berguguran.

"Padahal, daunnya itu juga banyak khasiatnya. Bisa dibuat untuk teh yang bermanfaat bagi kesehatan," ucap warga RT 7 RW 4 Kelurahan Bulustalan itu.

Heri memilih membudidayakan tanaman Tin karena masih tergolong langka. Padahal, nama tanaman yang disebutkan dalam Alquran tersebut memiliki banyak manfaat. Tidak hanya buahnya saja, daun dan batangnya juga bisa menjadi obat.

"Saat ini, saya baru memiliki beberapa varietas tanaman Tin. Di antaranya Blue Giant, Grand Yordan, Brown Turki, dan Red Palestin. Padahal ada sekitar 300-an varietas" paparnya.

Dalam setahun terakhir, Heri sudah mampu mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah dari menjual bibit tanaman Tin yang diperolehnya dengan mencangkok. Tiap bibit yang dijual, ia patok dengan harga antara Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu tergantung varietasnya.

"Saya belum sampai pada pemanfaatan buah dan daunnya. Karena butuh alat yang lebih komplit," tuturnya.

Melihat budidaya tanaman Tin yang dilakukan warganya, Lurah Bulustalan, Burhan Arifin memberikan apresiasi. Bahkan ia mendorong agar budidaya tanaman Tin dilakukan secara masif di setiap RT di Kelurahan Bulustalan.

"Karena itu kami membentuk kelompok tani Graha Botani agar budidaya itu bisa menyeluruh. Sehingga nantinya buah Tin bisa menjadi ikon Kelurahan Bulustalan," kata Burhan.

Keinginan membudidayakan tanaman Tin, lanjut Burhan, sebenarnya berawal saat dirinya melaksanakan ibadah umrah November 2017 lalu. Saat berada di Arab Saudi, ia menemukan tanaman buah Tin yang tumbuh subur. Berawal dari itu, ia ingin membudidayakan tanaman tersebut di Kota Semarang.

"Saya pikir kalau bisa ditanam di Indonesia, maka akan sangat bermanfaat sekali. Ternyata sudah ada warga saya yang menanam itu. Kemudian saya tinggal dorong saja agar dibudidayakan bersama seluruh warga Bulustalan," paparnya.

Adanya budidaya tanaman Tin tersebut, ia berharap akan memberikan nilai tambah sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu, Burhan berharap, adanya buah Tin itu nantinya akan membentuk kampung tematik tersendiri sehingga menjadi magnet wisatawan.

"Saat ini baru 5 warga yang mengembangkannya. Nantinya setiap RT akan kami dorong untuk ikut membudidayakan," tandasnya. (tribunjateng/cetak/Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved