Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ade Klaim BRT Trans Semarang Angkut 9,1 Juta Penumpang Setahun

Plt Kepala BLU BRT Trans Semarang, Ade Bhakti mengklaim BRT Trans Semarang sejauh ini cukup menjadi solusi kemacetan di Kota Semarang.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
tribunjateng/nal/dok
Plt Kepala BLU BRT Trans Semarang, Ade Bhakti mengklaim BRT Trans Semarang sejauh ini cukup menjadi solusi kemacetan di Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang mengembangkan transportasi massal untuk mengurangi kemacetan yang makin parah tiap harinya. Di antaranya membangun Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang sudah beroperasi sejak Oktober 2010 lalu.

Plt Kepala BLU BRT Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengklaim BRT Trans Semarang sejauh ini cukup menjadi solusi kemacetan di Kota Semarang. Hal itu dibuktikan dengan kenaikan jumlah penumpang tiap koridor yang naik tiap tahun.

"Tiap Tahun sesuai data yang kami punya, kenaikan penumpang dapat kita lihat dari kenaikan angka Load Factor. Data prosentase load factor didapat dari jumlah capaian penumpang dibagi dengan kapasitas total maksimal penumpang yang dapat kita angkut dikalikan 100%," kata Ade kepada Tribun Jateng, Minggu (25/3/2018).

Ia mengungkapkan, BRT Koridor I pada 2016 lalu Load Factor di angka 60,43%, naik pada 2017 di angka 69,91% dan awal 2018 ini sampai dengan 14 Maret di angka 79,48%.

Begitu pula dengan koridor lain, yaitu koridor II yang pada 2016 lalu load factornya 86,77% kemudian pada 2017 menjadi 88,13%. Termasuk 2 Koridor baru yang dilounching 2017 lalu yaitu koridor V dengan load factor 57,18% naik menjadi 59,72% pada awal 2018. Sedangkan Koridor VI pada 2017 load factor 29,02% dan naik 34,16% pada awal 2018.

"Jumlah penumpang total pada 2016 sebanyak 7.725.490 penumpang dan 2017 sebanyak 9.125.472 orang," ungkapnya.

Menurutnya, dari angka load factor dan jumlah penumpang dapat dilihat bahwa BRT Trans Semarang ini semakin diminati oleh warga masyarakat.

Terkait belum bisanya trans semarang mengurangi kemacetan di kota ini, katanya, perlu dilihat lagi bahwa indikator penyebab kemacetan itu banyak. Tentunya tidak bisa dibandingkan secara langsung tentang kemacetan dengan Trans Semarang.

"Dilihat dari angka-angka diatas, sedikit banyak kami sudah mencoba untuk selalu meningkatkan pelayanan dengan tujuan semakin banyak masyarakat yang beralih ke transportasi umum massal ini," paparnya.

Tentunya, lanjutnya, dengan disertai terus menerus melakukan perbaikan baik dalam pelayanan. Seperti penambahan koridor supaya lebih menjangkau seluruh wilayah kotar, penambahan armada supaya headway antar armada tidak terlalu jauh, pembangunan passenger information system, shelter yang nyaman dan lainnya.

"Termasuk rencana penambahan jam operasional. Terkait hal tersebut, kami sedang membuat Feasibilty Study untuk mendapatkan potensi pasti tentang bagaimana kota ini di malam hari, apakah masih banyak aktifitas ataukah hanya pada wilayah wilayah tertentu," katanya.

Ade menambahkan, di masa mendatang, BRT Trans Semarang diharapkan bisa menjadi moda transportasi utama yang digunakan saat warga bepergian. Mengingat saat ini BRT Trans Semarang Koridor menjadi transportasi favorit dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang setiap tahun.

Dengan tarif yang sangat terjangkau Umum Rp 3.500 dan pelajar Rp 1.000, penumpang akan memperoleh fasilitas bus yang ber-AC, Bersih, aman, Nyaman dan tepat waktu. Hal ini karena naik turun penumpang dilakukan dari Shelter.

"Jika masyarakat sudah beralih dari kendaraan pribadi dengan BRT Trans Semarang, maka sudah pasti dapat mengurangi tingkat kemacetan di Kota Semarang," terangnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved