Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

FOCUS

Jokowi, Petahana dan Kemenangan Telak

Kini di berbagai media berseliweran nama tokoh yang menyatakan kesiapannya jadi calon wakil Jokowi di pertarungan memperebutkan

Penulis: galih pujo asmoro | Editor: iswidodo
tribunjateng/bram
Galih P Asmoro wartawan Tribun Jateng 

Tajuk ditulis oleh wartawan Tribun Jateng, Galih P Asmoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemilihan Presiden (Pilpres) baru akan digelar tahun depan. Namun aroma Pilpres sudah pekat terasa belakangan ini. Pasca ditetapkannya Jokowi sebagai calon presiden (Capres) oleh PDIP, pertanyaan terbesar yang kemudian muncul adalah siapa yang akan mendampinginya.

Pun demikian dengan Prabowo Subianto. Meski belum resmi mendeklarasikan diri, partai besutan mantan Danjen Kopassus, Gerindra sudah menyebut bahwa Prabowo sebagai Capres adalah harga mati. Lantas siapa yang bakal jadi pendampingnya?

Kini di berbagai media berseliweran nama tokoh yang menyatakan kesiapannya untuk jadi calon wakil Jokowi di pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di Indonesia itu. Yang sudah terang-terangan, sebut saja Muhaimin Iskandar. Bahkan kemarin, ketika berziarah ke makam Taufiq Kiemas, ia menyatakan dirinya "minta izin" ke untuk jadi Cawapres Jokowi.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Baru-baru ini ia menyatakan siap jika Jokowi meminangnya. Namun, ia juga mengemukakan jika dirinya tidak akan mengajukan diri untuk bisa mendampingi mantan Wali Kota Solo itu.

Bahkan, meski tidak terang-terangan menyatakan kesiapannya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengaku siap berdialog jika ada proses politik yang memintanya jadi Cawapres Jokowi.

Berdasarkan survei Political Communication Institute (Polcomm Institute), ada lima nama yang disebut responden yang dinilai layak sebagai Cawapres Prabowo Subianto.

Namun Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, meskipun di posisi bontot, dinyatakan layak berpasangan dengan Prabowo. Selain Muhaimin, di puncak daftar survei ada nama mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, disusul Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, putera sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Dalam survei oleh lembaga yang sama, dan hampir semua lembaga survei lain, Jokowi selalu mengungguli Prabowo. Hasil survei yang dirilis kemarin itu, Jokowi mengantongi dukungan sebesar 49,08 persen sementara Prabowo dipilih 29,67 persen.

Jokowi sekarang ini layaknya gadis cantik nan menawan yang bikin banyak orang ngiler ingin berdampingan dengannya. Terlebih posisinya sebagai petahana, sangat memudahkan dirinya untuk terus "berkampanye".

Kegemaran Jokowi blusukan, suka atau tidak suka, pasti bikin masyarakat makin mengenal siapa presiden di negeri ini. Ia masih punya waktu setahun ke depan untuk terus memperbaiki kinerja guna memikat hati rakyat Indonesia agar kembali memilihnya.

Menengok ke belakang, meski Jokowi telah memangku jabatan wali kota, gubernur dan kini presiden, ia baru sekali tampil jadi petahana yakni di Pilkada Solo 26 April 2010 silam. Ketika itu, bersama pasangannya Fx Hadi Rudyatmo, Jokowi meraup 90,09 persen suara. Dari 932 TPS, mereka hanya kalah di satu titik.

Apakah Jokowi punya keinginan mengulang prestasi saat maju sebagai petahan di Solo? Tentu hanya dia dan Tuhan yang tahu. Namun, di Pilpres mendatang, Jokowi juga bakal benar-benar diuji. Sepertinya akan sangat sulit bagi Jokowi menyamai capaiannya ketika maju sebagai petahana di Kota Solo meski belum ada lawan pasti yang bakal dihadapinya tahun depan. (tribunjateng/cetak/gap)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved