Pemerintah Ethiopia Ingin Belajar Ubah Enceng Gondok Rawa Pening Jadi Pellet
Bertempat di Kantor Jalan Cipete Raya Nomor 81 Jakarta, pimpinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul kedatangan tamu istimewa.
Penulis: deni setiawan | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bertempat di Kantor Jalan Cipete Raya Nomor 81 Jakarta, pimpinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul kedatangan tamu istimewa.
Pada Senin (26/3/2018) ini, perusahaan jamu Indonesia itu didatangi Kedutaan Besar (Kedubes) Ethiopia untuk Indonesia.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (26/3/2018) petang, secara khusus pertemuan antara Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia Prof Admasu Tsegaye dengan Direktur Marketing PT Sidomuncul Irwan Hidayat tersebut membahas mengenai ketertarikan Pemerintah Ethiopia tentang pellet.
Dan seperti diketahui, ketertarikan tersebut bermula saat Pemerintah Ethiopia mendengar informasi apabila PT Sidomuncul secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi dalam usaha mengatasi permasalahan eceng gondok di Danau Rawapening Kabupaten Semarang. Dari eceng gondok dijadikan bahan bakar terbarukan.
Kepada Tribunjateng.com, Senin (26/3/2018), Irwan mengutarakan kebahagiaannya atas kehadiran serta ketertarikan pihak Pemerintah Ethiopia terhadap pellet yang diproduksi atau dihasilkan perusahaannya.
“Ternyata apa yang kami lakukan tak sekadar bermanfaat maupun dijadikan contoh di dalam negeri, tetapi juga kini bagi negara lain, khususnya Ethiopia. Semoga apa yang kami lakukan itu juga bisa diterapkan di danau lainnya yang mengalami masalah serupa dengan Danau Rawapening,” ucapnya.
Menurutnya, dari meningkatnya permintaan terhadap pellet eceng gondok untuk dijadikan bahan bakar itu, populasi eceng gondok pun akan semakin berkurang. Dan apa yang dilakukan juga dalam upaya membantu pemerintah dalam menyelamatkan sumber air serta membangun sektor pariwisata di daerah setempat.
“Pada 19 Desember 2016 lalu, kami menemukan pemecahan atas permasalahan eceng gondok di sana. Yakni dengan cara menjadikan gulma itu menjadi sumber energi terbarukan. Semua bagian dari eceng gondok dapat dijadikan produk bahan padatan (briket atau biomas) yang berbentuk pellet,” ungkapnya.
Untuk kemudian, lanjutnya, digunakan sebagai energi baru pengganti minyak maupun gas. Dan ternyata ide maupun gagasan pemanfaatan eceng gondok itu juga menarik perhatian dari Pemerintah Ethiopia untuk belajar langsung kepada pihaknya tentang cara mengatasi masalah tersebut.
“Selama ini kan, Eceng Gondok hanya dijadikan bahan kerajinan tangan dan diambil bagian batangnya saja. Itu ternyata tidak cukup atau belum tuntas menyelesaikan masalah, karena batang yang dipotong akan muncul tunas-tunas baru,” paparnya.
Pada pertemuan itu, Pemerintah Ethiopia menyampaikan jika danau-danau di Ethiopia memiliki permasalahan yang sama dengan Danau Rawapening, yaitu hampir seluruh permukaan danau tertutup eceng gondok.
“Kami belajar dari apa yang terjadi di Rawapening, tentang bagaimana Sido Muncul mengatasi masalah eceng gondok. Kami juga sudah melihat langsung kondisi di Rawapening dan bagaimana cara mengatasinya untuk diterapkan di danau-danau di Ethiopia yang mengalami kondisi serupa,” ungkap Admasu Tsegaya.
Dia mengutarakan, rencananya Pemerintah Ethiopia akan mendatangkan para ahli dari Ethiopia dan Kementerian ESDM untuk belajar mengenai pembuatan pellet eceng gondok secara langsung ke Pabrik Sidomuncul yang berada di Kabupaten Semarang.
“Begitu juga sebaliknya, semoga pimpinan Sidomuncul juga berkenan kami undang untuk berbagi cerita kepada para pimpinan di Pemerintah Ethiopia. Hal lain, diharapkan juga ada sinergi atau jalinan kemitraan ke depannya,” ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pt-industri-jamu-dan-farmasi-sidomuncul_20180326_200551.jpg)