Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wali Kota Hendi Targetkan Pembangunan Monorel di Semarang Mulai 2019

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebutkan setidaknya ada 11 prioritas pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
WALIKOTA SEMARANG Hendrar Prihadi Menyamali perserta di acara RKPD 2019 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebutkan setidaknya ada 11 prioritas pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2019 di Ruang Lokakrida Lantai 8, Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (26/3/2018).

11 prioritas itu yakni peningkatan potensi unggulan daerah berdaya saing, pembangunan konektivitas pusat-pusat ekonomi, pemantapan pelayananan publik, tata kelola pemerintahan, penurunan pengangguran, dan penanggulangan kemiskinan.

Selain itu, juga peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, penanggulangan bencana dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pembangunan.

Dari prioritas itu, Walikota yang akrab disapa Hendi itu menargetkan pembangunan monorel sudah bisa dimulai 2019 mendatang.

"Pembangunan monorel dari Bandara Achmad Yani yang baru ke Simpang Lima menjadi penting untuk mendukung arah kebijakan Semarang pada tahun 2019 yaitu penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa," kata Hendi.

Adapun arah kebijakan Semarang Hebat 2016-2021 yang ingin dicapai Hendi dimulai dari penyiapan infrastruktur untuk mendukung Kota Metropolitan yang sejahtera dan melayani pada tahun 2017.

Kemudian arah kebijakan di tahun 2018 ini adalah mewujudkan pengembangan infrastruktur untuk memecahkan masalah besar perkotaan dan daya saing SDM. Sementara di tahun 2019, kebijakan pembangunan diarahkan pada penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa.

"Dan di tahun 2020 arah kebijakan Semarang Hebat adalah terwujudnya pemantapan Semarang sehat, cerdas, tangguh, melayani, dan berdaya saing," paparnya.

Hendi mengaku optimistis ekonomi Kota Semarang akan semakin meningkat. Hal itu dengan melihat tingginya capaian ekonomi Kota Semarang. Kemudian angka kemiskinan di Kota Semarang juga menurun dari sebelumnya 5,13% pada tahun 2012 menjadi 4,62% pada 2017.

"Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang meningkat dari 78,04 di tahun 2012 menjadi 81,19 pada tahun 2016. Kemudian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang juga meningkat dari 86 trilyun di tahun 2011 menjadi 115 trilyun pada tahun 2016. Sementara untuk nilai investasi juga melonjak dari 0,9 trilyun pada 2011 menjadi 20,5 trilyun pada 2017", jelasnya.

Selain monorel, pengembangan aksesbilitas di tahun 2019 juga dilakukan dengan pengadaan lahan Semarang Outer Ring Road, pembangunan perlintasan tidak sebidang di Jalan Madukoro dan Jalan Anjasmoro Raya, serta kajian pembangunan Jembatan Madusono (Madukoro-Kokrosono).

Tidak hanya dalam hal pengembangan aksesibilitas yang mendukung pembangunan saja, di bidang pendidikan, Hendi juga memprioritaskan program-program seperti misalnya pembangunan sekolah dan kelas baru, penyediaan shuttle bus sekolah, beasiswa miskin dan berprestasi untuk SD/SMP/SMA/SMK.

Kemudian, peningkatan rumah pintar dan taman baca, peningkatan kelompok kejar paket, peningkatan fasilitas dan pendidik sekolah inklusi, peningkatan pemahaman kepada orang tua untuk sekolah sampai tingkat SMA.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved