Gatot Nurmantyo: Saya Tak Pernah Lupakan Pesan Almarhum Probosutedjo
Gatot Nurmantyo: Saya Tak Pernah Lupakan Pesan Almarhum Probosutedjo adik Presiden RI kedua, Soeharto, tutup usia
TRIBUNJATENG.COM - Probosutedjo, pengusaha nasional yang juga adik Presiden RI kedua, Soeharto, tutup usia di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Senin (26/3), pukul 07.10. Jenazah dimakamkan di Yogyakarta.
Anak keempat Probosutejo, Rindang Sari Kurniawati menuturkan, ayahnya tutup usia akibat faktor usia dan penyakit kanker tiroid yang telah dideritanya selama 20 tahun.
"Beliau sudah sekian lama berjuang. Kami mohon doanya untuk beliau, terima kasih," ujarnya, dalam konferensi pers, di kediaman Probosutedjo, Jalan Diponegoro No. 20, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/3).
Wati, sapaan Rindang, menuturkan, keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Hal itu lantaran almarhum telah menderita penyakit cukup lama. "Kami sudah mengikhlaskan," ujarnya.
Menurut dia, almarhum tak meninggalkan pesan terakhir jelang berpulangnya ke Allah SWT. Wati juga menyebut tak ada firasat dari pihak keluarga akan berpulangnya sang ayah.
"Tidak ada (pesan terakhir-Red) karena beliau sudah lama sakit, jadi waktu dibawa ke RSCM beliau memang sudah tidak sadar," ungkapnya.
Jenazah Probosutedjo disemayamkan di rumah duka, Jalan Diponegoro No. 20, Jakarta Pusat, hingga pukul 12.00. Jenazah kemudian diterbangkan ke Yogyakarta, dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Kemusuk.
Probosutedjo meninggalkan istri dan enam anaknya. Pria kelahiran Yogyakarta 1 Mei 1930 itu tutup usia di umur 87 tahun.
Menjadi adik Presiden Soeharto, membuat Probosutedjo sebagai pengusaha yang sangat dekat dengan keluarga Cendana. Ia memiliki berbagai lini bisnis, mulai dari konstruksi, kehutanan, pendidikan, hingga klub sepakbola. Ia juga merupakan pemilik Hotel Le Meridien Jakarta.
Semasa hidupnya, Probosutedjo aktif dalam organisasi. Ia pernah menjabat sebagai ketua umum Partai Nasional Indonesia (PNI)-Front Marhaenis. Selama kepemimpinannya PNI-Front Marhaenis ingin memperjuangkan rakyat kecil agar bisa menikmati isi dari kemerdekaan.
Meski Probosutedjo pernah menjadi anggota Golkar, jiwanya tetap Marhaenis. Ia sempat menjadi anggota Pemuda Marhaen di masa mudanya. Saat menjadi anggota Golkar, ia sempat menjadi anggota DPR Periode 1987-1992, 1992-1997, dan 1997-1999.
Ia juga sempat menjadi fraksi di DPR dari Partai Kesatuan Kebangsaan Indonesia (KKI) pada periode 1999-2004. Pada periode 1999-2004 ia sempat menjadi anggota komisi IX dan Anggota Komisi V DPR.
Adapun, sejumlah tokoh tampak hadir melayat Probosutedjo, mulai dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Wiranto, dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
Selain itu tampak mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ada pula Wakil Presiden RI keenam, Try Sutrisno.
Bela Soeharto
Usai melayat, Try berkomentar mengenai sosok Probosutedjo. Ia menyebut, Probosutedjo memiliki pribadi dan akhlak yang baik, karena membela perjuangan Soeharto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wapres-try-sutrisno-melayat-probosutedjo_20180327_075727.jpg)