Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

WNA Hilang di Merbabu, Ini Dugaan Sementara Soal Keberadaan Andrey Voytech

Selain sertifikat, dokumen lain yang berada di dalam tas tersebut adalah tiga lembar paspor atas nama Andrey Voytech

Tayang:
Penulis: ponco wiyono | Editor: muslimah
tribunjateng/ponco wiyono/ist
Hari kelima pencarian Andrey Voytech (39), pria WNA Selandia Baru yang hilang di Hutan Taman Nasional Merbabu (HTNM) sejak Jumat (30/3/2018) hingga Rabu (4/4/2018) belum ditemukan 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah Kantor SAR Semarang Zulhawary Agustianto mengungkapkan temuan baru terkait kasus hilangnya pendaki gunung asal Selandia Baru, Andrey Voytech (39) pada pekan lalu.

Menurut Zul, muncul dugaan Andrey sudah meninggalkan lokasi pendakian yang masuk dalam wilayah Hutan Taman Nasional Merbabu (HTNM).

Sangkaan tersebut mengemuka di kalangan SAR dan relawan, usai ditemukannya bukti yang menunjukkan Andrey berpengalaman dalam penanganan situasi saat pendakian.

"Ini baru sebatas dugaan, sebab dari hasil temuan kami berupa tas berisi dokumen yang bersangkutan, terdapat sertifikat pelatihan survival pendakian yang pernah ia ikuti," kata Zul pada Kamis (5/4/2018).

Tas yang diduga milik Andrey sendiri ditemukan di salah satu hotel di Kota Magelang.

Selain sertifikat, dokumen lain yang berada di dalam tas tersebut adalah tiga lembar paspor atas nama Andrey Voytech.

"Dari identitasnya diketahui itu adalah Andrey namun ketiga-tiganya berbeda negara, saya agak lupa negara mana saja," sambung Zul.

Pada Kamis ini, pencarian Andrey masih berkutat di sekitar Pos I jalur pendakian Cuntel Kopeng.

Area pencarian sendiri diperluas hingga ke pemukiman warga, guna menjajaki kemungkinan adanya warga yang pernah melihat seorang pendaki berciri-ciri seperti Andrey.

"Akan tetapi sejauh ini kami belum menemui pengakuan warga yang pernah melihat Andrey," ujar Zul.

Sementara pada Rabu (4/4/2018) malam tadi, sebanyak 10 orang relawan yang disebut dengan nama sandi "tik tok" melakukan penjagaan di puncak Merbabu.

Zul menandaskan, kendati hampir semua titik sudah dicek dan ditemukan bukti terkait pengalaman mendaki Andrey Voytech, Basarnas masih belum menyimpulkan jika pekerja tambang emas di Afrika Selatan itu benar-benar telah meninggalkan wilayah Merbabu.

"Selama durasi pencarian sesuai SOP masih berjalan dan tidak ada bukti sahih yang bersangkutan memang sudah turun maka pencarian akan kami lanjutkan sesuai jadwal. Demikian halnya bila setelah pencarian diakhiri Sabtu lusa kemudian ada permintaan dari kedutaan, misalnya, maka akan kami lanjutkan kembali," tuntas Zul. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved