Kisah Mengharukan, Tantama Ini Menangis di Tengah Lapangan Setelah Upacara Kelulusan
Padahal temen-temennya yang lain bercengkerama dengan keluarga merayakan kelulusan dan status mereka sebagai prajurit TNI AD.
TRIBUNJATENG.COM - Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) di lapangan Prayuda Rindam, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tak hanya diwarnai suasana gembira, tetapi juga haru.
Tribun Video melansir portal berita daerah News Rakyatku, tiga siswa dari 342 siswa tak kuasa menahan tangis.
Wayan Guna S, salah satu dari tiga siswa tersebut.
Dia hanya berdiri sendirian di tengah lapangan sembari air matanya menetes.
Padahal temen-temennya yang lain bercengkerama dengan keluarga merayakan kelulusan dan status mereka sebagai prajurit TNI AD.
Mereka melepas rindu dengan keluarga karena tak pernah bertemu selama menjalani pendidikan lima bulan.
Namun, tiba-tiba suara dari mikrofon terdengar, "(Siswa) yang belum bertemu orangtuanya silakan ke dekat tiang bendera."
Wayan dan kedua temannya menuju ke tiang bendera.
Ketiganya ternyata sama-sama berasal dari Sulawesi Tenggara dan berasal dari keluarga petani.
Kasdam XIV Hasanuddin, Bridgen TNI Budi Sulistijono menghampiri ketiganya dan bertanya, mengapa keluarga mereka tidak datang.
Setelah menjelaskan, ketiganya disuruh duduk di kursi yang tak jauh dari tiang bendera.
Bahkan Wayan masih meneteskan air mata saat duduk di kursi.
Ternyata Wayan adalah seorang anak dari empat bersaudara.
Orangtuanya, Kethu Ridet dan Yomangari telah meninggal dunia.
Sementara ketiga saudaranya sibuk.