Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dituding Lecehkan Agama Host TV, Ganjar: yang Baca Puisi Ini Mulai Santri sampai Menteri

Ketika dibacakan oleh Cagub berambut putih itu, menjadi berbeda lantaran ada pihak yang mencetuskan isu SARA.

Editor: m nur huda
KOMPASTV
Pasangan Cagub-Cawagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin, unjuk kebolehan dengan membacakan puisi ciptaan Gus Mus di Kompas TV 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - “…Kau ini bagaimana. Kau bilang Tuhan sangat dekat. Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat…”

Itulah salah satu penggalan puisi karya Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus yang dibacakan calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo, dalam sebuah acara talk show di salah satu televisi swasta.

Pembacaan puisi tersebut menuai kontroversi. Beberapa kalangan menganggap Ganjar melecehkan agama. Bahkan ada netizen yang menganggap Ganjar adalah orang dungu.

Menanggapi hal itu, Ganjar hanya mesam mesem saja. Menurutnya, tidak ada yang salah dalam bait-bait puisi karya Gus Mus yang ditulis pada tahun 1987 lalu.

"Menariknya, ketika saya membawakan puisi tersebut, yaa aman aman saja, tak ada yang protes. Lha wong yang baca puisi ini sudah puluhan orang kok, mulai dari santri sampai menteri," kata Ganjar, seusai menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus), di Kantor DPC PDIP Kabupaten Demak, Minggu (8/4/2018).

Ganjar datang bersama pasangannya, Taj Yasin Maemoen. Acara dalam rangka pemantapan pemenangan Pilkada Jateng 2018 itu, juga dihadiri perwakilan partai pengusung, pimpinan DPD PDIP Jateng serta ratusan kader DPC PDIP Demak.

Menurut Ganjar, sudah banyak para pembawa karya Gus Mus yang berjudul “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” sejak puluhan tahun penciptaannya.

Ketika dibacakan oleh Cagub berambut putih itu, menjadi berbeda lantaran ada pihak yang mencetuskan isu SARA.

"Puisi bagus gitu lho. Mosok kemudian saya melecehkan. Edan po, lha wong pasangan Saya aja Gus, putra Kiai kok. Itu orang yang bilang saya dungu sudah minta maaf," ucap Ganjar.

Bahkan Ganjar menambahkan orang yang sudah memberinya label dungu gara - gara membacakan puisi tersebut berbalik pikiran setelah ada klarifikasi.

"Dalam permintaan maafnya, dia malah balik 'mendungukan' dirinya sendiri, setelah ada nasihat tentang pendalaman mengajinya," terang Ganjar.

Baca: VIDEO: Ganjar Pranowo Maafkan Pelaku Bullying Terkait Puisi Gus Mus

Terkait visi misi membangun Jateng ke depan, Ganjar menyatakan bahwa pembangunan material dan spiritual akan menjadi satu paket.

"Cara berpikirnya jangan sampai digeser geser pada kepentingan kelompok kemudian di kapitalisasi dan diprovokasi," ucap Ganjar.

Baca: Dibully Host TV Swasta Soal Puisi Gus Mus, Begini Balasan Ganjar (Video)

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved