Pangdam IV Diponegoro Sebut Capaian MEF Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara
Menurutnya, saat ini Minimum Essensial Forces (MEF) telah memasuki tahap kedua.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selain memimpin Apel Gelar Dansat, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto menyinggung pula masalah modernisasi dan peningkatan profesionalisme pada bidang Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di kubu TNI.
Menurutnya, saat ini Minimum Essensial Forces (MEF) telah memasuki tahap kedua.
MEF atau kekuatan pokok minimun TNI sendiri merupakan proses untuk modernisasi Alutsista Indonesia.
Sejak dicanangkan pemerintah pada tahun 2007, MEF dibagi menjadi tiga rencana strategis (renstra) hingga 2024.
Dalam hal ini, Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa berbagai alutsista telah didatangkan untuk modernisasi peningkatan profesionalisme serta peningkatan pada jajaran TNI AD.
"Dampaknya hasil penilaian Global Fire Power 2017 menempatkan, TNI pada peringkat ke 14 dunia, ke 8 di Asia, dan pertama di Asia Tenggara," terang Mayjen Wuryanto kepada Tribunjateng.com, Senin (9/4/2018).
Ia menyadari, kecanggihan alutsista dan berbagai kelengkapan yang dimiliki hanya menunjang dalam menjamin terlaksananya tugas pokok secara efektif.
Meski demikian, kata Wuryanto, kemampuan perorangan prajurit juga penting dalam hal kedisiplinan, ketangkasan skill tembak, keahilan bela diri, kebugaran fisik yang prima.
"Dulu perang gerilya atau hutan yang telah diakui oleh militer lain di dunia memiliki esensi penguasaan wilayah hutan, gunung, rawa, sungai dan pantai. Maka dari itu, kemampuan pribadi prajurit sangat penting meskipun Alutsista semakin membaik," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/puluhan-dansat-hadir-dalam-apel-yang-dipimpin-pangdam-iv-diponegoro-mayjen-tni-wuryanto_20180409_185905.jpg)