Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Romo Budi Kerap Heran, Para Monyet Tersebut Sering Tak Muncul Saat Ada Orang Asing. Mengapa?

Kedekatan Romo Aloysius Budi dengan kera atau monyet terasa tampak istimewa.

Tayang:
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Kisah Romo Budi Bertemu Monyet Besar Dekat Kampus Unika di Gajahmungkur. Romo Budi tinggal di gereja itu sejak 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kedekatan Romo Aloysius Budi dengan kera atau monyet terasa tampak istimewa.

Bagaimana tidak, monyet ini hanya kerap kali menampakan diri kepada para pengurus gereja termasuk Romo sendiri.

Perlu diketahui, Romo Aloysius Budi atau biasa disapa Romo Budi adalah Pastur Kepala Campus Ministry (Reksa Pastural Kampus) Unika Soegijapranata, Semarang.

Ia bercerita, keberadaan kera di sekitar bangunan tiga lantai yang ditinggalinya tersebut menjadi daya tarik.

Meski demikian, Romo budi mengatakan bahwa sekumpulan monyet-monyet tersebut seringkali bersikap malu saat datang orang baru.

Baca: Kisah Romo Budi Bertemu Monyet Besar Dekat Kampus Unika di Gajahmungkur

Akibatnya, sekumpulan para monyet yang ditunggu kerap tak berani menunjukan diri.

"Biasanya memanggil para kera tersebut dengan menyiapkan buah, seperti pisang, apel, jambu, dan makanan sejenisnya. Buah-buahan tersebut diletakkan di atas pagar pembatas, lalu memberi kode siulan. Tapi, saat ada orang baru, mereka tak akan datang," ungkap Romo Budi saat ditemui Tribunjateng.com beberapa waktu lalu.

Romo Budi juga pernah bercerita, beberapa kali temannya dari luar kota mendatangi untuk melihat sosok monyet yang sering divideokan itu.

Beberapa teman Romo Budi tertarik dan penasaran setelah menonton video yang kerap diunggahnya di youtube.

Namun alhasil, para temannya itu tak kunjung melihat satu ekor pun saat berada di Gereja yang dekat dengan Hutan Tinjomoyo.

“Ada teman dari Ungaran beberapa kali ke sini hanya untuk melihat kera. Namun sayangnya beberapa kali ke sini itu kera-keranya justru pas enggak keluar," ujar Romo Budi.

Ia merasa heran bahwa monyet-monyet tersebut tak mau menampakan diri, padahal setiap pagi sering muncul.

Keberuntungan pun kali ini tak berpihak kepada Tribunjateng.com saat mengunjungi gedung pasturan tersebut.

Lewat pantauan, tak ada satu pun kera yang muncul meski telah dikode dengan siulan serta beberapa potong pisang yang diletakkan di atas pagar.

Dalam hal ini, Romo Budi kembali bercerita, beberapa kali memang kawanan monyet itu tak muncul.

Bahkan beberapa waktu lalu, saat Romo Budi menggelar pameran lukisan selama empat hari, para monyet itu tak menampakkan diri sekalipun.

Tak hanya itu, kata Romo Budi, beberapa kali kera tersebut tak menampakkan diri karena ada suara lutung.

"Semisal malemnya ada suara kayak lutung, paginya pasti nggak pada keluar itu para monyet. Saya tak tau kenapa, tapi setiap ada suara begini 'wuuuuk.... wuuukk', pasti paginya enggak ada monyet yang muncul, nggak tahu kenapa," beber Romo Budi heran.

Sudah beberapa kali suara mirip lutung terdengar oleh Romo Budi dan kemudian berdampak bagi para monyet karena tak muncul seperti biasa pada pagi hari.

Saat hendak ditelusuri pusat suaranya pun, ia kerap merasa dipermainkan.

"Saat saya samperin keluar, suara lutung itu diem. Lalu saya tinggal masuk lagi, eh malah ada lagi suaranya dan itu pasti nggak ada kera yang datang besok harinya," lanjutnya.

Meski begitu, bagi Romo Budi, keberadaan kera-kera yang diduga berasal dari Hutan Tinjomoyo, Semarang tersebut menjadi hiburan tersendiri untuk mengawali aktivitas di pagi hari.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved