HUT Kota Semarang
Dinsos Kota Semarang Gelar Lomba Berdakwah dan Baca Alquran Braile
Dinas Sosial Kota Semarang menggelar lomba berdakwah dan membaca Alquran Braile di Masjid lingkungan Pemkot Kota Semarang, Rabu (18/4/2018).
Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Sosial Kota Semarang menggelar lomba berdakwah dan membaca Alquran Braile di Masjid lingkungan Pemkot Kota Semarang, Rabu (18/4/2018).
35 anak tunanetra meramaikan lomba yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-471 Kota Semarang itu.
Meski memiliki keterbatasan fisik, para peserta mampu berdakwah dan membaca Alquran.
Mereka saling adu kemampuan di hadapan para juri dalam lomba tersebut.
Seorang peserta, Ade Rafa Prayoga mengaku senang sekali bisa mengikuti lomba itu.
Meski tunanetra, Ade merasa memiliki potensi dalam berdakwah.
"Rasanya senang sekali ada acara ini, bisa untuk memaksimalkan potensi saya dalam bidang berdakwah," katanya.
Ade mengatakan, bercita-cita menjadi dai kondang. Karenanya dirinya langsung tertarik mengikuti lomba saat diberitahu oleh temannya.
Sebagai persiapan, siswa kelas V Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Semaran itu sudah dua tahun mendalami ilmu berdakwah.
"Cita-cita saya memang ingin jadi dai, biar bisa memberikan ceramah agama kepada masyarakat," ucapnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Y Said mengatakan, selain memeriahkan HUT Kota Semarang, lomba berdakwah dan membaca Alquran Braile itu juga dilakukan untuk memberikan motivasi agar anak-anak tunanetra memiliki kepercayaan diri.
"Ini bentuk suport dan dukungan kami kepada anak-anak tunanetra sekaligus mewadahi pengembangan potensi mereka," katanya.
Tommy berharap, dengan lomba tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri anak-anak tunanetra. Sehingga bakat yang dimiliki juga dapat dikembangkan.
Menurut Tommy, anak-anak tunanetra juga mempunyai kemampuan layaknya anak yang normal. Di antaranya kemampuan berdakwah. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang memandang sebelah mata.
"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memandang sebelah mata. Mereka juga memiliki hak yang sama dan tidak boleh dikucilkan," imbaunya.
Ditanya mengenai akses fasilitas bagi tunanetra atau difabel di Kota Semarang, diakuinya, masih banyak tempat-tempat di Kota Semarang yang belum ramah terhadap kaum difabel.
"Pemerintah akan terus berupaya memperbaiki hal itu. Kami juga minta kepada semua pihak termasuk swasta untuk mengedepankan kepentingan difabel dalam setiap pembangunan sarana prasarana," pintanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lomba-berdakwah-dan-membaca-alquran-braile_20180418_232228.jpg)