Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Keharuan Warnai Pertemuan Wanita yang Jadi Budak Seks ISIS dengan Sang Ayah, Ini Kisahnya

Rasa haru tak kuasa dibendung Rita Habib setelah dia bertemu kembali dengan sang ayah

Editor: muslimah
Momen mengharukan ketika Rita Habib, seorang perempuan Irak yang menjadi budak seks ISIS, bisa bertemu kembali dengan ayahnya (4/4/2018).(via Kurdistan24) 

TRIBUNJATENG.COM - Rasa haru tak kuasa dibendung Rita Habib setelah dia bertemu kembali dengan sang ayah pada 4 April yang lalu.

Wajar jika perempuan 30 tahun itu begitu senang dengan pertemuan yang berlangsung di Erbil, kota di Region Kurdistan, tersebut.

Sebab, ini merupakan pertemuan pertama keduanya setelah 3,5 tahun terakhir menjadi korban penculikan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Habib mengatakan, hanya sang ayah satu-satunya keluarga yang dipunyai.

"Ini seperti mimpi. Setelah tiga tahun, saya bisa berkumpul kembali dengan ayah saya," katanya.

Dilansir Kurdistan24 via Daily Mirror Senin (16/4/2018), semuanya bermula ketika Habib pergi ke Turki untuk mendapatkan suaka bagi dia dan ayahnya.

Sebab, saat itu ISIS mulai menebar ancaman di seantero Irak.

Sayangnya, ketika dia kembali pada 6 Agustus 2014, ISIS menyerang Qaraqosh, kampung halamannya.

Kelompok yang dimotori Abu Bakr al-Baghdadi itu memukul mundur Peshmerga, pasukan Kurdistan, dan menawan perempuan, baik anak-anak maupun dewasa.

Keesokan harinya, dia dan perempuan lainnya dibawa ke Mosul, jantung pemerintahan ISIS di Irak.

Saat itu, mereka diberi tahu bakal menjadi bagian dari pertukaran tahanan.

Namun, Habib kemudian mendapati bahwa apa yang diucapkan ISIS bohong belaka. Mereka kemudian dijual untuk dijadikan budak seks.

Habib masih ingat. Dia pertama kali dibeli oleh seorang pria Irak dan berada di rumahnya selama 18 bulan.

Kemudian, Habib sempat berada di Raqqa, Suriah, dan menjadi budak dua orang pria Arab Saudi.

Total, dia dijual selama empat kali. "Mereka melakukan hal buruk kepada kami. Mereka sering menyiksa dan memerkosa kami," ungkap Habib.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved