Ada Danau Purba Dataran Tinggi Kalibening? Ini kata Geolog Unsoed Fadlin
"Kalau perihal patahan geser itu benar, itulah yang mengontrol gempa kemarin,"katanya
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Gempa bumi berkekuatan 4,4 Skala Richter dengan pusat gempa di darat pada kedalaman 4 kilometer di dataran tinggi Kalibening Banjarnegara berdampak cukup parah.
Ratusan rumah penduduk di beberapa desa rusak hingga dua jiwa terenggut akibat bencana itu.
Peristiwa ini turut menyita perhatian ilmuwan geologi untuk mengkaji struktur batuan di wilayah itu.
Sebuah artikel di website geologi.co.id yang ditulis dengan nama samaran Pakde, mengupas tajam kejadian gempa di Kalibening dari perspektif ilmu kebumian.
Tulisan itu menyebut, secara geologi, dataran tinggi Kalibening, tempat episentrum gempa bumi berada, merupakan suatu depresi tektonis akibat adanya sesar geser Kalibening-Wanayasa.
Aktivitas kegempaan ini mengindikasikan tektonisme aktif Cekungan Serayu Utara, dimana batuan-batuan berumur Neogen kini mencuat di sisi selatan dan utara Pegunungan Jembangan, atau dikenal dengan kawasab vulkanis Dieng.
Analisa itu menyebut dataran tinggi Kalibening yang dikelilingi tinggian, mirip cekungan, diperkirakan daerah bekas danau purba.
Adapun daerah bekas danau tentu memiliki sedimen tebak yang belum terkonsolidasi, atau belum terbatukan, sehingga tanahnya sangat lunak. Berdiri di atas tanah lunak ini ibarat menaruh agar-agar di atas piring, ketika ada getaran, akan terjadi penguatan goyangan.
Pakar Geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Fadlin menilai hasil kajian itu ada benarnya.
"Kalau perihal patahan geser itu benar, itulah yang mengontrol gempa kemarin,"katanya.
Fadlin menjawab pertanyaan kenapa gempa dengan skala magnitudo kecil namun dampak kerusakannya begitu kuat di dataran tinggi Kalibening.
Menurut dia, dampak gempa begitu terasa hingga menimbulkan kerusakan parah karena pusat gempa terlalu dangkal, kurang dari 5 kilometer di bawah permukaan tanah.
"Itu cukup dangkal sehingga walaupun secara skala cukup kecil, namun karena dekat dengan permukaan, menjadikan efeknya cukup kuat,"katanya
Fadlin juga menanggapi hipotesa perihal dataran yang merupakan produk endapan danau purba. Di atas dataran yang disebut bekas danau itu, kini berdiri ribuan rumah penduduk di beberapa desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gunung-api-purba-ragajembangan-dilihat-dari-jalan-raya-provinsi-wanayasa-kalibening-banjarnegara_20180421_135645.jpg)