Liputan Khusus
TIPS BARTENDER! Untuk Bedakan Minuman Asli atau KW, Inilah Kuncinya
Secara kasat mata, sekilas minuman keras (miras) import palsu atau KW, tak berbeda. Sebab, miras KW pun menggunakan wadah
Penulis: yayan isro roziki | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Secara kasat mata, sekilas minuman keras (miras) import palsu atau KW, tak berbeda. Sebab, miras KW pun menggunakan wadah atau botol bekas dari miras asli.
Namun, jika diamati secara sedikit lebih teliti, terdapat tanda-tanda untuk membedakan miras yang original dan miras palsu. Demikian disampaikan oleh Seno, seorang bartender di Blue Sky Grand Edge Hotel, Semarang.
"Miras bermerek yang palsu, biasanya terdapat segel plastik, di ujung botolnya, di atas tutup botol. Sementara, miras yang asli justru tak disegel dengan tutup plastik seperti itu," kata Seno, saat berbincang dengan Tribun Jateng.
Menurut Seno, segel plastik seperti plastik untuk menyegel tutup tabung elpiji itu, untuk menyamarkan segel asli di tutup botol yang telah rusak.
Diterangkan, segel asli ditutup botol secara otomatis akan rusak ketika minuman dibuka. Dan, ditandaskan, segel asli ini sulit untuk ditiru oleh pembuat miras palsu.
"Sehingga, untuk menyamarkan itu, maka ujung botolnya diberi segel plastik, seperti segel tutup elpiji itu," ucapnya.
Di samping itu, miras KW biasanya juga tak diberi pita cukai. Jika pun ada, terkadang merupakan pita cukai palsu maupun pita cukai bekas.
"Selain segel, di beberapa merek, juga terdapat pengaman tambahan, seperti filter, di ujung botolnya, yang secara otomatis akan rusak ketika botol miras ini dibuka," terang dia.
Tak hanya itu, di sisi luar tutup botol minuman beralkohol, biasanya terdapat tulisan merek. Di botol minuman yang masih original, tulisan ini masih simetris dan beraturan.
"Kalau yang palsu, biasanya melenceng, tak beraturan, karena tutup botolnya sudah dol atau kendor," tambahnya.
Ciri lain, sambung Seno, lantaran segel dan filter yang telah rusak ini, maka miras bermerek KW biasanya akan bocor atau rembes saat botolnya dijungkirkan. Sementara, jika miras bermerek original tak akan bocor meski botol di balik, sehingga ujungnya berada di bagian bawah.
Dari segi warna sekilah memang bisa saja mirip. Akan tetapi, dari segi rasa dan aroma, miras original sangat sulit untuk ditiru.
"Minuman beralkohol impor yang asli, ada aroma kayu oak, serta punya aroma khas lain. Itu yang rasa-rasanya sangat sulit untuk bisa ditiru," terangnya.
Menurut sepengetahuan Seno, miras KW biasanya dibuat menggunakan food grade alcohol, dicampur dengan air mineral, teh, dan perasa. Dikatakan, itu sebagai teknik untuk membuat warna miras palsu, semirip mungkin dengan aslinya.
"Namun, karena pembuatannya tak membutuhkan proses fermentasi yang cukup lama, serta bahan-bahannya yang juga berbeda, miras KW atau palsu ini, biasanya menyisakan endapan. Sementara, jika minuman yang original warnanya sangat jernih, dan sama sekali tak menyisakan endapan apapun," terang dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/minuman-beralkohol-di-bali_20150416_091202.jpg)