Perkuat Gerai, Bank Muamalat Jalin Kemitraan 1.500 Masjid di Jateng
Masjid akan mendapatkan fee sebesar Rp 250 ribu per porsi haji yang didaftarkan ke Bank Muamalat.
Penulis: raka f pujangga | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Melalui program Solusi Masjid Muamalat, Bank Muamalat telah menjalin kemitraan terhadap 1.500 masjid di Jawa Tengah.
Regional Head Bank Muamalat Jateng dan DI. Yogyakarta, Ahmad Salihin mengatakan, melalui program tersebut pihaknya ingin menciptakan masjid yang mapan.
Terdapat lima hal yang ditawarkan yakni kemitraan haji, kemitraan KPR, sponsorship masjid, Gerai Muamalat dan pemberian BPJS Ketenagakerjaan untuk marbot (pengurus masjid).
"Spiritnya, Bank Muamalat ingin turut serta dalam memakmurkan masjid yang ada di Indonesia," jelas dia, Minggu (29/4/2018).
Dia mencontohkan, masjid akan mendapatkan fee sebesar Rp 250 ribu per porsi haji yang didaftarkan ke Bank Muamalat.
Selain itu, masjid juga mendapatkan fee sebesar 0,5 persen untuk setiap referensi ke Bank Muamalat.
Marbot di masjid tersebut juga bisa mengelola pendapatan dari Gerai Muamalat yang melayani pembayaran PLN, PDAM, tiket pesawat, kereta api dan sebagainya.
"Kepada para marbot masjid kami juga memberikan santunan BPJS Ketenagakerjaan, dengan tota santunan jaminan kematian hingga Rp 24 juta," kata dia.
Program Solusi Masjid Muamalat itu sekaligus menciptakan smart masjid dalam membantu manajemen dan pengumpulan dana menggunakan teknologi digital.
"Dan kami memberikannya secara cuma-cuma untuk masjid," ujar dia.
Pihaknya juga menyelenggarakan di beberapa kota yakni Tegal diikuti sebanyak 300 masjid, Pekalongan 773 masjid, Sragen sebanyak 100 masjid, dan DI Yogyakarta sebanyak 400 masjid. Sehingga total sudah ada lebih dari 1.500 masjid.
"Selanjutnya kami akan meaksanakannya di Purwokerto yang diikuti 300 masjid dan Solo di 200 masjid," jelas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/masjid-muamalat_20180429_215845.jpg)