Kasus Narkoba

Gendon Kulakan Pil Koplo Melalui Facebook

Gendon Kulakan Pil Koplo Melalui Facebook. Dia ditangkap Polres Semarang di Berokan, RT 7 RW 6, Bawen, Kecamatan Bawen

Gendon Kulakan Pil Koplo Melalui Facebook
tribunjateng/dok
ilustrasi pil koplo 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Muhammad Afsal Syah alias Gendon, warga Jalan Gajah Timur, Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang ditangkap oleh Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Semarang di Berokan, RT 7 RW 6, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang pada Rabu (7/3) karena memperjualbelikan tablet putih berlogo Y atau yang dikenal sebagai pil koplo.

Gendon bahkan menyimpan 78.356 butir tablet warna putih berlogo Y.

Kronologi penangkapan Gendon ialah pada Selasa (6/3), kepolisian mendapatkan informasi Eko atau Tembong akan melakukan transaksi pembelian psikotropika. Transaksi yang direncanakan tersebut terjadi sehari kemudian.

Gendon membawa sebungkus berisi 823 butir pil koplo, 20 bungkus yang masing-masing berisi sepuluh butir tablet, dan sebungkus berisi pecahan tablet tersebut.

Selain barang tersebut, Gendon juga membawa sejumlah psikotropika, yakni 10 butir Alprazolam, 16 butir Merlopam, dan 16 butir Riklona.

Petugas pun melakukan pengembangan atas penangkapan Gendon, petugas melakukan penggeledahan di rumah Gendon dan berhasil menemukan sebuah tas punggung warna cokelat yang berisi 78 bungkus plastik.

Masing-masing bungkus terdiri atas1.000 butir tablet serta sebuah tas kecil yang berisi 356 butir tablet putih logo Y.

Diakui oleh Gendon yang berprofesi sebagai tukang batu bahwa ia bisa mendapatkan Rp 12 juta dari aksinya sebagai bandar pil koplo. Sudah setahun belakangan ini, ia menjajakan barang tersebut. Barang tersebut ia peroleh dari bandar besar di Jakarta secaraonlinemelalui jejaring Facebook.

Sementara para pembeli merupakan pengedar yang membeli dalam kemasan plastik besar isi 1.000 butir. Untuk sekantong isi 1.000 butir, ia membeli seharga Rp 500 ribu dan ia jual kembali seharga Rp 750 ribu. Ia sendiri tak menargetkan konsumen yang membeli barangnya.
"Saya menjual langsung ke pengedar dan saya tidak tahu pada siapa pengedar menjualnya kembali," ujar Gendon.

Menanggapi hal tersebut, Kompol Cahyo Widyatmoko menuturkan, penangkapan Gendon merupakan hasil dari keluhan sejumlah orang tua dan guru perihal perilaku sejumlah siswa yang mengonsumsi psikotropika. Dari hasil pengembangan kasus diketahui para pengedar mengemas pil koplo tersebut dalam ukuran kecil berisi 10 butir dan dijajakan seharga Rp 20 ribu.

Sementara, kegunaan tablet putih tersebut ialah untuk menenangkan pasien di rumah sakit jiwa.
Gendon dijerat Pasal 197 dan atau 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dan atau setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat, atau kemanfaatan mutu.
Ancaman hukuman untuk pelaku ialah kurungan maksimal sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp 1 milyar," pungkas Cahyo. (tribunjateng/cetak/arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved