Dinas Perdagangan Kota Semarang Bongkar Sebagian Kios PKL di Bantaran Sungai BKT
Kali ini, pembongkaran dilakukan di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali melakukan pembongkaran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Jumat (4/5/2018).
Kali ini, pembongkaran dilakukan di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur.
Hanya saja, pembongkaran tidak dilakukan seluruhnya. Pasalnya, pihak pedagang keberatan jika dipindah saat ini. Mereka meminta waktu dan bersedia pindah usai Lebaran mendatang.
Seorang pedagang, Juwari mengatakan, alasannya menolak karena sebentar lagi memasuki bulan Ramadan dan Lebaran. Jika pindah, ia khawatir tidak ada pemasukan umtuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Padahal kalau Ramadan dan Lebaran, kan kebutuhan sangat banyak. Sehingga kami minta waktu agar berjualan dulu sampai Lebaran," katanya.
Setelah Lebaran, katanya, ia bersama para pedagang lain akan memindahkan sendiri barang-barang dagangan ke lokasi pasar yang sudah disiapkan Dinas Perdagangan. Bahkan, pihaknya juga bersedia membangun sendiri kios yang akan dipakai berjualan.
"Kalau setelah lebaran, saya dan pedagang lain siap pindah," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya memberikan izin kepada pedagang untuk bertahan sampai Lebaran. Hal itu dilakukan atas dasar faktor sosial agar para pedagang bisa memenuhi kebutuhannya pada saat Lebaran.
Karenanya, pembongkaran tidak dilakukan keseluruhan, hanya beberapa kios yang sudah kosong. Fajar menyebutkan, dari 94 kios di Kelurahan Bugangan baru 4 yang dibongkar. Sedangkan di Kelurahan Mlatiharjo, baru 50 kios dari total 210 kios yang ada.
"Setelah Lebaran kami bongkar semua. Targetnya Agustus sudah bersih termasuk PKL yang ada di Kelurahan Karangtempel yang berjumlah 530 PKL. Semua setelah lebaran," kata Fajar.
Para PKL dari tiga kelurahan tersebut, nantinya ditempatkan di beberapa tempat relokasi. Fajar mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan empat pasar untuk menampung yaitu Pasar Banjardowo, Barito Baru (Klitikan), Tlogosari dan Suryokusumo.
"Meski pedagang masih berada di bantaran BKT, tapi tidak mengganggu proses normalisasi sungai. Karena pelaksana bisa mengerjakan di bagian hilir dulu," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembongkaran-kios-pkl-barito-di-kelurahan-mlatiharjo-semarang-timur_20180504_190130.jpg)