Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mudik Lebaran 2018

Dishub Jepara Petakan Titik Kemacetan Arus Mudik dan Balik

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara mencatat ada tujuh titik potensi kemacetan yang bakal terjadi pada saat arus kudik maupun balik

rifqi gozali
Kepala Dinas Pergubungan Jepara Deni Hendarko 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara mencatat ada tujuh titik potensi kemacetan yang bakal terjadi pada saat arus kudik maupun balik lebaran 2018.

Berdasarkan catatan Dishub Kabupaten Jepara, tujuh titik tersebut yaitu, di jalur Mayong yang diperkirakan tersendat lantaran adanya pasar tumpah pada Pasar Mayong dan kawasan industri.

Selain di Mayong, beberapa potensi kemacetan akibat pasar tumpah juga diperkirakan terjadi di beberapa ruas jalur lain, seperti di Pecangaan, Mlonggo, dan Bangsri.

“Untuk antisipasinya akan ditempatkan posko angkutan lebaran di simpul-simpul rawan kemacetan, yang masing-masing posko juga akan ditempatkan petugas,” kata Kepala Dishub Kabupaten Jepara Deni Hendarko dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sosrokartono Setda Jepara, Senin (14/5/2018).

Titik potensi terjadinya kemacetan lain yaitu, jalur depan RSU RA Kartini Jepara yang masih dalam proses penataan trotoar dan jalan.

Deni berharap bantuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, untuk menyiapkan jalur alternatif dengan melewati jalan desa.

Demikian pula dengan jalur pertokoan sepanjang Jalan Diponegoro, yang masih dalam proses penataan trotoar dan jalan. Selanjutnya jalur Pasar Kalinyamatan sampai Lebuawu juga masih dalam proses pengerjaan pelebaran jalan.

Menanggapi kemungkinan tersebut, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi meminta kepada jajaran perangkat daerah terkait, untuk segera melakukan penanganan yang tegas terhadap pasar tumpah di jalan, serta lokasi-lokasi rawan kemacetan dan rawan kecelakaan lalu lintas.

Dirinya juga meminta untuk segera memersiapkan infrastruktur jalan dan jembatan, termasuk fasilitas rambu jalan, kelaikan jalan alat transportasi, tarif angkutan sesuai ketentuan. Serta manajemen dan rekayasa lalu lintas guna memperlancar arus lalu lintas.

“Lakukan penanganan keselamatan secara cepat dan tepat, dengan menyiapkan posko keselamatan beserta tenaga medis, baik statis maupun mobile pada lokasi-lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, serta pelayanan kesehatan 24 jam,” kata Marzuqi.

Lebih lanjut Marzuqi juga meminta kepada setiap penyelenggara tempat wisata dan keramaian untuk memersiapkan secara matang. Pasalnya, temoat wisata tersebut akan menjadi rujukan wisatawan saat libur lebaran.

“Bagi tempat wisata yang menggunakan wahana air, diharuskan untuk mempersiapkan tim SAR sebagai upaya pencegahan dini menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved