Teror Bom Surabaya
Rektor UKSW Neil Semuel Turut Berduka dan Prihatin Atas Pelibatan Anak-anak dalam Teror
Rektor UKSW Neil Semuel Turut Berduka dan Prihatin Atas Pelibatan Anak-anak dalam Teror
Penulis: ponco wiyono | Editor: iswidodo
Terakhir, sikap di atas duduk di atas pemahaman bahwa di UKSW ini kami memahami bahwa Indonesia ada karena semua elemen kebangsaan Indonesia pada saat proklamasi kemerdekaan berkomitmen membangunnya menjadi Indonesia yang satu untuk semua dan karena itu pemerintah negara Republik Indonesia yang sudah ada ini harus dapat memberikan jaminan kehidupan bagi semua anak bangsa tanpa kecuali, guna mendapatkan ruang hidup yang sama, setara, jauh dari gangguan-gangguan keamanan, apalagi bila itu diakibatkan oleh rasa kebencian yang sesat yang dikembangkan oleh mereka yang merasa bahwa seolah Indonesia hanya ada untuk satu atau segelintir golongan. Upaya-upaya siapapun yang menyesatkan kalangan manapun untuk menegasi Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan sejak proklamasi kemerdekaannya kami minta untuk ditangani secara sistematis dan holistik.
Kiranya Tuhan yang mahakuasa dan yang telah mengaruniakan Indonesia yang bhinneka tunggal ika bagi kita berkenan menjagainya seperti Ia menjaga biji mataNya (Ulangan 32: 10)."
Demikian uraian Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara terkait pernyataan resmi kampus tersebut perihal peristiwa bom di sejumlah gereja di Surabaya Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018) kemarin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rektor-uksw-neil-semuel-turut-berduka-dan-prihatin-atas-pelibatan-anak-anak-dalam-teror_20180514_152342.jpg)