Mantan Teroris yang Pernah Jadi Polisi Ungkap Proses Perekrutan Kelompok Radikal
Mantan teroris yang dulunya Polisi, Sofyan Tsauri ceritakan perekrutan anggota kelompok radikal
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi
TRIBUNJATENG.COM- Seorang mantan teroris yang dulunya anggota Polisi, Sofyan Tsauri, membeberkan proses pencarian anggota yang dilakukan oleh kelompok radikal.
Maraknya kasus bom yang dilakukan oleh satu keluarga, menyeret nama Sofyan Tsauri untuk hadir memberikan kesaksian kepada publik.
Masyarakat tengah dibuat heran dengan aksi bom bunuh diri yang tega melibatkan anggota keluarga.
Namun diceritakan oleh Sofyan, dogma yang diberikan oleh kelompok teroris tersebut sangatlah kuat.
Jangankan masyarakat sipil, bahkan Aparat Penegak Hukum seperti Sofyan saja bisa terjerumus.
"Semuanya bermula karena memang di dalam sana (hati Sofyan Tsauri) ada jiwa patriotik, heroik. Karena di Kepolisian kan dididik seperti itu.
Kemudian melihat kasus Bosma, Palestina yang tidak selesai-selesai, di situ sisi kemanusiaan saya terusik," cerita Sofyan Tsauri saat menjadi bintang tamu di program acara Pagi Pagi Pasti Happy, Trans TV, jumat (18/5/2018).
Sofyan kemudian bergabung dengan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan jihad.
"Tanpa disadari saya bergabung dengan kelompok-kelompok (jihad).
Kemudian terpaparlah saya pada ideologi-ideologi yang di bawa. Karena bergabung dengan mereka ada proses literasinya,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sofyan-tsauri_20180518_120850.jpg)