Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bom di Surabaya

Jasad Bom Bunuh Diri di Surabaya dan 2 Anaknya Hingga Kini Masih Telantar

Selain itu, menurut informasi, jenazah Dita dan 2 anaknya masih akan dibutuhkan untuk tes DNA.

Editor: m nur huda
ist/sumber kepolisian
Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya 

"Untuk jenazah pelaku, tinggal tiga saja. Masih nunggu tes DNA, lainnya clear semua," sebut Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin saat ditemui usai meninjau gereja-gereja di Surabaya, Minggu (21/5/2018) pagi.

Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya saat mengecek kemanan di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Surabaya, Minggu (21/5/2018).

Sebelumnya sejumlah jenazah teroris sempat akan dimakamkan di Putat Gede Surabaya, namun ditolak warga.

Machfud berharap, secepatnya jenazah yang masih di RS Bhayangkara Polda Jatim bisa dimakamkan.

Baca: Tolak Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya, Warga Tutup Kembali Galian Kubur

Orang nomor satu di Polda Jatim ini juga merasa gembira, lantaran situasi keamanan di Surabaya dan Jatim cukup aman.

Di gereja-gereja Surabaya yang minggu lalu diserang bom bunuh diri, juga ibadahnya sudah normal.

"Tadi sudah bertemu dan tanya ke Romo, Pendeta gereja. Ibadahnya sudah normal, kami jaga terus. Sudah aman," tegas Machfud.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Budi Hariyadi menambahkan, tiga jenazah pelaku bom bunuh diri dan satu korban masyarakat masih dilakukan tes DNA.

"Mudah-mudahan cepat dan hari ini (Minggu, 21/5/2018) sudah selesai. Untuk satu korban masyarakat yang belum diserahkan, yakni Bayu yang meninggal di Gereja Ngagel," tutur Budi.

Menurut Budi, Minggu (21/5/2018) pagi, RS Bhayangkara melepas 7 jenazah pelaku.

Mereka pelaku yang tewas di Polrestbes Surabaya (4) dan Gereja Kristen Insonesia (GKI) Jl Diponegoro.

"Tujuh jenazah dibawa ke Sidoarjo untuk dimakamkan," tutur Budi.

Empat pelaku yang tewas di Polrestabes Surabaya, yakni Tri Murtiono (50), istrinya Tri Ernawati (43), M Dafta Amin Murdana (18), dan M Satria Murdana (15).

Sedangkan tiga jenazah pelaku bom bunuh diri di GKI Jl Diponegoro, yakni Puji Kuswati (43), dua anak perempuannya Fadilah Sari (12) dan Pemela Riskika (9).(*)

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved