Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Waspada Gunung Merapi

Abu Vulkanik Merapi Sampai ke Banyumas

Semburan debu vulkanik turut dirasakan warga di tiga kecamatan di Banyumas, yakni Kecamatan Tambak, Sumpiuh dan Kemranjen.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
tribunjateng/bnpb
Merapi Meletus Lagi, Hujan Abu di Kaliurang dan Sekitarnya. BPPTKG melaporkan letusan pertama terjadi pada 21-5-2018 pukul 01.25 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Dampak letusan freatik dan magmatik Gunung Merapi pada Kamis (24/5) dini hari sampai ke wilayah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Padahal, jarak Merapi dengan wilayah itu mencapai ratusan kilometer.

Semburan debu vulkanik turut dirasakan warga di tiga kecamatan di Banyumas, yakni Kecamatan Tambak, Sumpiuh dan Kemranjen.

Kecamatan Tambak dihujani abu vulkanik gunung Merapi mulai pukul 08.00 WIB. Paparan abu vulkanik juga mengenai wilayah Kecamatan Sumpiuh pada pukul 08.30 WIB. Adapun langit Kecamatan Kemranjen diselimuti debu mulai pukul 09.30 WIB.

"Antara jam 8 sampai jam 10, debu vulkanik sampai di tiga kecamatan itu," kata Komandan TRC BPBD Banyumas Kusworo, Kamis (24/5).

Menurut Kusworo, debu vulkanik terbawa angin yang bertiup sedang hingga kencang ke arah barat daya, sampai ke tiga kecamatan tersebut.

Dampak hujan abu terlihat dari bangunan atau bodi kendaraan yang berubah kotor atau terdapat bintik-bintik putih. Meski abu vulkanik hanya terlihat tipis, tetapi bisa berbahaya bagi kesehatan warga yang menghirupnya.

Karena itu, BPBD Banyumas inisiatif untuk membagikan masker kepada masyarakat di wilayah terdampak. Sebanyak 200 masker dibagikan ke warga secara cuma-cuma.

Dengan memakai pelindung masker, masyarakat bisa terlindungi dari risiko paparan abu vulkanik yang berbahaya.

"Pembagian masker ke wilayah terdampak melalui Kecamatan yang terdampak diserahkan ke Satpol PP Kecamatan berjumlah 200 lembar," katanya.

Tak hanya di Banyumas, akibat letusan ini, beberapa desa di Magelang seperti Kalibening dan Sumber terjadi hujan abu.

Di Kroya, Jawa Tengah warga juga mengaku terdampak hujan abu Merapi. Dari informasi yang dihimpun, hujan abu tipis itu mencakup wilayah Banyumas, Cilacap hingga ke pesisir selatan Jawa Tengah.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, hujan abu tipis yang turun di wilayah Kroya dimungkinkan merupakan debu vulkanis dari erupsi Gunung Merapi.

Menurut Teguh, hal itu disebabkan berdasarkan prakiraan kecepatan angin di ketinggian 18.000 feet kemarin pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, berkisar 10 sampai 20 knot dari arah timur-timur laut menuju barat daya.

Sementara itu, kecepatan angin di ketinggian 5.000 feet pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, perkirakan 5 hingga 10 knot dari arah timur ke barat. "Tadi pada pukul 10.00 WIB, pergerakan debu vulkanis dari Gunung Merapi tidak terdeteksi oleh citra satelit cuaca Himawari karena tertutup awan," katanya. (tribunjateng/cetak/Aqy/tribunnews)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved