TOPIK
Waspada Gunung Merapi
-
Periode 18 hingga 25 Agustus 2018, volume kubah lava baru Gunung Merapi sudah mencapai 32.000 m3 dengan pertumbuhan volume perhari mencapai 6000 m3
-
Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tetap beraktivitas tetapi lebih waspada
-
Letusan freatik kembali terjadi di Gunung Merapi, Jumat (1/6/2018). Letusan terjadi pukul 08.20 dan terjadi selama 20 menit
-
Semburan debu vulkanik turut dirasakan warga di tiga kecamatan di Banyumas, yakni Kecamatan Tambak, Sumpiuh dan Kemranjen.
-
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X mengunjungi BPPTKG Yogyakarta, Kamis (24/5).
-
Ada Pijar Merah Berarti Letusan Merapi Berarti Mulai Magmatis. Demikian kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida
-
Kandang komunal ini dimaksudkan untuk tempat pengungsian hewan ternak jika terjadi erupsi yang membuat warga sekitar lereng dievakuasi
-
Kemudian, bantuan yang diberikan adalah bantuan logistik, seperti mi instan, beras, makanan ringan, dan lainnya.
-
Letusan freatik ini, teramati dari Pos Pengamantan Gunung Merapi di Jrakah dan Kaliurang.
-
Oleh karenanya pada Senin dinihari pukul 23.00 WIB pihaknya menaikkan status Gunung Merapi menjadi Waspada.
-
Kendati demikian, tidak ada tanda-tanda hujan abu atau aktivitas lain yang dinilai membahayakan, sehingga warga tetap tinggal.
-
Hal itu dikarenakan aktivitas gunung tersebut yang beberapa kali diketahui terjadi letusan freatik.
-
Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Bambang Sinung menuturkan, letusan freatik terjadi pukul 17.50 WIB terjadi selama 3 menit.
-
Sehubungan dengan penaikan status Gunung Merapi menjadi waspada, BPPTKG memberikan tiga rekomendasi.
-
Dalam waktu dekat akan digelar rapat koordinasi BNPB membahas kesiapsiaagaan dan rencana kontinjensi di tingkat daerah
-
Setelah mengalami beberapa erupsi freatik, akhirnya status Gunung Merapi ditingkatkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).