Mudik Lebaran
Tribunnews.com Tour de Java, Volume Kendaraan Belum Bertambah
Tim Liputan Mudik 2018 Tour de Java, menyusuri jalan nasional di jalur pantai utara (Pantura) Jawa, dari Jakarta-Surabaya.
Penulis: yayan isro roziki | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM - Tim Liputan Mudik 2018 Tour de Java, menyusuri jalan nasional di jalur pantai utara (Pantura) Jawa, dari Jakarta-Surabaya. Tour de Java ini terselenggara atas kerjasama Tribunnews.com dan Isuzu.
Tim yang beranggotakan tiga orang yakni, Amriyono Prakoso, Abdul Majid, dan Jeprima, berangkat dari kantor Tribunnews.com di Pamerah, Jakarta, Kamis (24/5) sekitar pukul 21.00. Perjalanan ditempuh dengan mengendarai Izuzu Mu-X.
"Kita sengaja susuri Jalur Pantura, tidak lewat tol. Sampai di Cirebon Jumat (25/5) sekitar pukul 02.00," ucap Rio, sapaan Amriyono Prakoso, Sabtu (26/5).
Sesampainya di Cirebon, tim beristirahat sejenak, dan kemudian melanjutkan perjalanan pada sekitar pukul 04.00. Dikatakan Rio, selama perjalanan dari Jakarta hingga Cirebon, Jalur Pantura terpantau cukup lancar. Belum tampak penambahan volume kendaraan secara signifikan.
"Masih terpantau lancar, kondisi jalan Jakarta-Cirebon juga cukup bagus," katanya.
Sementara, sambung dia, kondisi serupa juga terjadi selama perjalanan dari Cirebon-Semarang. Hanya, menurut dia, banyak ditemui jalan yang berlubang dan bergelombang. "Cirebon hingga Tegal, dan bahkan sampai Pekalongan-Batang, banyak ditemui jalan berlubang dan bergelombang," sambungnya.
Sementara Majid menambahkan, Tour de Java tak hanya menyusuri Jalur Pantura Jawa, mulai Jakarta hingga Surabaya. Menurut dia, saat perjalanan pulang ke Jakarta, ia dan rekan-rekannya akan melewati Jalur Selatan Jawa.
"Nanti, pulangnya kita melalui Malang, Blitar, lanjut ke Madiun, Yogya, hingga ke Jakarta, melalui jalur selatan," tuturnya.
Sementara Kepala Cabang Isuzu Astra Majapahit Semarang, Arif Rahmawan mengatakan, tahun sebelumnya Tribunnews.com dan Isuzu juga menyelenggarakan kegiatan serupa. Hanya, pada tahun ini mobil Isuzu yang digunakan Tour de Java, merupakan Isuzu Mu-X edisi facelift.
"Bedanya dengan edisi sebelumnya, yang facelift ini lebih kentara aroma SUV-nya, bodinya lebih aeroinamis. Selain itu, interiornya juga mengalami perubahan, lebih nyaman tentunya," kata Arif, diwakili oleh Supervisor Isuzu Astra Majapahit, Sugiyarto.
Menurut dia, semua fasilitas mobil premium tersemat di Isuzu Mu-X. Velg yang digunakan di edisi facelift juga lebih besar satu ukuran. "Dulu menggunakan ring 17, sekarang ring 18," tandasnya. (tribunjateng/cetak/yan)