Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Masjid 17, Saksi Sejarah Perjalanan Pendidikan Muhammadiyah di Banyumas

Sekilas, bangunan masjid 17 di Jalan Dr Angka Kelurahan Sokanegara Purwokerto Timur ini, tak ubahnya masjid modern pada umumnya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Khoirul Muzakki
Masjid 17 di Jl Dr Angka Sokanegara Purwokerto Timur Banyumas 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Umumnya masjid dinamai menggunakan istilah Bahasa Arab. Tetapi masjid di Kelurahan Sokanegara Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, justru dinamai dengan angka latin, 17.

Tentu ada alasan khusus sehingga nomor itu begitu penting bagi pendirinya.

Sekilas, bangunan masjid 17 di Jalan Dr Angka Kelurahan Sokanegara Purwokerto Timur ini, tak ubahnya masjid modern pada umumnya.

Tampak depan, masjid yang dibangun tahun 2013 dan diresmikan tahun 2015 itu terlihat megah dengan arsitektur khas Timur Tengah.

Ruang utama masjid berada di lantai dua. Untuk mencapai ruang utama, pengunjung harus menapaki tangga cukup tinggi.

Di sini, keunikan mulai terlihat. Jumlah anak tangga sesuai nama masjid, sebanyak 17 buah.

"Tangganya ada 17, sesuai dengan nama masjidnya,"kata Mihrodin, takmir masjid 17 Purwokerto, Senin (28/5).

Masjid 17 sebetulnya bukanlah masjid baru. Tahun 1956, saat kota Purwokerto belum begitu ramai, masjid itu mula didirikan.

17 tokoh yang punya visi sama tentang kemaslahatan umat menggagas pembangunan masjid ini hingga berhasil didirikan.

Di antara tokoh penting dalam pendirian masjid 17 ini adalah KH Abu Dardiri, tokoh sentral Muhammadiyah di eks Karesidenan Banyumas kala itu.

Kiprah KH Abu Dardiri bagi umat Islam di tingkat nasional pun tak diragukan.

Ia salah satu pengagas pendirian Kementerian Agama (Kemenag), kementerian yang dianggap penting untuk mengakomodasi persoalan umat Islam di Indonesia pada era pemerintahan Presiden Soekarno kala itu.

Selain Abu Dardiri, tokoh lain yang punya peran vital dalam pembangunan masjid 17 adalah Suwarno, lurah Sokanegara waktu itu.

Para tokoh ini mengawali pendirian masjid 17 dengan modal Rp 17 ribu.
Tentu angka itu tidaklah sedikit di zaman tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved