Waspada Gunung Merapi
Hutan di Sekitar Merapi Sempat Terbakar
Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tetap beraktivitas tetapi lebih waspada
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Diketahui ada sejumlah titik kebakaran di hutan di sekitar gunung Merapi saat gunung berapi aktif itu meletus freatik, Jumat (1/6/2018) pagi. Satu di antaranya adalah di hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Menurut Sukiman Mohtar Pratomo, Koordinator Komunitas Radio Merapi, Klaten, titik-titik kebakaran yang terjadi di hutan itu memang disebabkan usai Merapi meletus freatik.
Namun, menurutnya kejadian hutan terbakar bukan disebabkan awan panas.
"Ada beberapa titik kebakaran di barat laut. Hutan terbakar itu disebabkan oleh material jatuhan atau balistik yang masih panas," ujarnya, Jumat siang.
Di hutan TNGM itu, katanya, sempat terbakar tetapi saat ini sudah padam.
"Sudah padam," ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tetap beraktivitas tetapi lebih waspada.
"Jadi hingga saat ini Merapi tak mengeluarkan awan panas. Masyarakat agar tetap tenang," urainya.
Sementara Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Bambang Giyanto menjelaskan di Klaten ada sejumlah warga yang sempat mengungsi usai Merapi meletus freatik, Jumat pagi.
Yakni warga Dukuh Sambungrejo, Desa Balerante yang mengungsi ke Balai Desa Balerante. Tetapi siang ini sudah berangsur-angsur pulang.
"Saat erupsi tadi, banyak warga terutama warga Sidorejo dan Tegalmuyo turun ke titik-titik kumpul sembari memantau gunung. Sekarang sudah pulang," paparnya.
Lebih jauh, Bambang menjelaskan sampai siang ini belum ada laporan adanya pengungsian untuk wilayah Klaten .
"Status gunung Merapi juga masih waspada, sehingga BPPTKG belum mengeluarkan perintah pengungsian," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gunung-merapi-erupsi_20180601_094905.jpg)