Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

WASPADA! Ini Sejumlah Titik Jalur Mudik di Banyumas Rawan Bencana Alam

Pemudik yang hendak melintasi wilayah Kabupaten Banyumas, baik melalui jalur tengah atau selatan diimbau tetap mewaspadai potensi bencana alam

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
tribunjateng/khoirul muzaki
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas mempersiapkan 26 ruas jalan kabupaten sebagai jalur alternatif pada masa mudik 2018 nanti. Saat ini sedang dikebut perbaikan jalan di beberapa lokasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Pemudik yang hendak melintasi wilayah Kabupaten Banyumas, baik melalui jalur tengah atau selatan diimbau tetap mewaspadai potensi bencana alam di beberapa titik jalur mudik.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas Catur Hari Susilo mengatakan, awal musim kemarau di Kabupaten Banyumas, menurut perkiraan BMKG, mulai pertengahan bulan Juni 2018.

Masa mudik lebaran nanti diperkirakan akan bebarengan dengan permulaan musim kemarau di Banyumas.

Karena itu, menurut Catur, potensi bencana alam yang dipicu curah hujan tinggi, semisal tanah longsor atau banjir relatif terkurangi seiring dengan berakhirnya musim penghujan.

Tetapi musim berganti bukan berarti potensi bencana alam tiada. Musim kering melahirkan potensi bencana alam lain, yakni kekeringan atau kebakaran hutan maupun bangunan.

Potensi bencana ini tentu perlu juga diperhatikan oleh masyarakat atau pemudik. Pasalnya, daerah rawan kebakaran hutan sebagian berada di jalur utama mudik.

Bencana kebakaran tentu dapat mengganggu aktivitas mudik atau libur lebaran masyarakat.

Beberapa titik jalur mudik yang masuk zona rawan kebakaran hutan antara lain, jalur mudik selatan Lumbir, serta jalur alternatif mudik Lumbir-Gumelar.

Zona rawan kebakaran hutan juga terdapat di wilayah jalur Rawalo.

"Perlu diwaspadai daerah rawan kebakaran hutan. Karena akan mempengaruhi libur lebaran masyarakat,"katanya

Dia pun mengingatkan masyarakat atau pengendara agar tidak melakukan tindakan yang bisa memicu kebakaran, semisal membuang puntung rokok sembarangan.

Meski memasuki musim kemarau, tidak menutup kemungkinan hujan masih terjadi bersamaan dengan masa mudik nanti.

Karena itu, potensi bencana longsor atau banjir tetap harus diwaspadai. Pemudik perlu memahami jalur mudik yang memiliki kerawanan bencana. Jalur selatan Lumbir masuk dalam zona rawan longsor. Demikian halnya jalur alternatif mudik Lumbir-Gumelar yang juga rawan pergerakan tanah.

Di sisi utara, jalur mudik utama Pekuncen pun masuk zona rawan longsor. Termasuk jalur alternatif Pekuncen-Cilongok yang tak kalah rawan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved