Waspadalah, 5 dari 30 Perlintasan Sebidang Rawan Kecelakaan ada di Kota Semarang
Jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang diperkirakan pengamat transportasi akan meningkat seiring mendekati masa mudik Lebaran.
Penulis: rival al manaf | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kecelakaan yang melibatkan kereta dan sepeda motor di Jalan Kokrosono, Minggu (3/6/2018) pagi, membuktikan bahwa perlintasan sebidang masih rawan kecelakaan.
Jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang diperkirakan pengamat transportasi akan meningkat seiring mendekati masa mudik Lebaran.
Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno memaparkan ada 30 perlintasan yang rawan kecelakaan di Jateng dan DIY. Lima titik berada di Kota Semarang.
"Data terkini Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, di Pulau Jawa terdapat 112 perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan. Di Jabar, Banten dan DKI Jakarta terdapat 45 perlintasan, Jawa Tengah dan DIY 30 perlintasan dan Jawa Timur 37 perlintasan," terang Djoko.
Menurutnya, setiap musim mudik lebaran, keberadaan perlintasan sebidang antara jalan raya dan jalan rel masih cukup rawan terjadi kecelakaan.
Korban biasanya berasal dari pelintas yang jarang atau tidak pernah melewati perlintasan sebidang daerah tersebut.
"Terutama di perlintasan yang tidak dijaga. Walaupun sudah dilengkapi sejumlah rambu dan marka sesuai ketentuan, tetap saja memunculkan korban. Pemudik harus lebih berhati-hati dan cermat setiap melintas di perkintasan sebidang," terangnya.
Ia berpendapat saat ini kerjasama dengan pemda dan warga sekitar lebih tepat dan sangat membantu untuk mengamankan perlintasan sebidang supaya terhindar dari kecelakaan.
Menurutnya tidak akan cukup personil polantas dan dishub untuk mengamankan tiap-tiap perlintasan yang ada di Jateng.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/flyover-kereta-kesambi_20170513_144303.jpg)