Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warga Semarang Yang Pernah Kehilangan Sepeda Motor Silakan Cek Polrestabes

Sebanyak 18 sepeda motor barang bukti hasil curian masih teronggok di halaman Polrestabes Semarang

Tayang:
Penulis: rival al manaf | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
18 sepeda motor yang terparkir di halaman Polrestabes Semarang, Jumat (8/6). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 18 sepeda motor barang bukti hasil curian masih teronggok di halaman Polrestabes Semarang hingga Jumat (8/6/2018).

Motor dari berbagai merek mulai Vixion, Vario, Beat dan lain sebagainya sudah lebih dari Seminggu terparkir dan diberi garis polisi.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji meminta masyarakat Semarang yang pernah merasa menjadi korban pencurian motor untuk datang mengecek.

"Saya mengimbau barangkali ada yang pernah sepeda motornya dicuri orang silakan datang ke Polrestabes Semarang dengan bukti dokumen sah berupa STNK dan BPKB," jelas Abioso saat ditemui di kantornya, Jumat (8/6/2018).

Ia menjelaskan masyarakat bisa datang dan melapor ke petugas di Polrestabes. Polisi nantinya akan mencocokan dokumen yang dibawa dengan sepeda motor yang berhasil disita dari pelaku pencurian.

"Bila cocok, akan kami serahkan gratis tanpa biaya sepeserpun," tegas Abi. Ia heran, berkali-kali anggotanya berhasil mengungkap tindak pidana curanmor tapi pemiliknya jarang ada yang datang mengambil ke polrestabes.

Ia memaparkan, 18 motor ini disita dari dua orang pelaku yang berhasil diringkus dua minggu yang lalu. Ialah Doni (35) dan Suryo (31). Dua orang itu beraksi selama dua bulan April hingga Mei namun berhasil menggasak 38 sepeda motor.

"Jadi yang berhasil kami sita 18, sisanya sudah dijual mereka ke penadah, lalu kami kembangkan kami ringkus juga tiga orang penadahnya selisih sati hari kemudian," bebernya.

Doni salah satu pelaku menjelaskan dalam melakukan aksinya ia hanya butuh waktu tiga menit. Sasarannya bermacam-macam.

"Ya ada yang motor terparkir di depan rumah, ada yang dipl pasar, ada yang di depan warteg," bebernya. Meski ditempat keramaian ia nekat beraksi.

Dalam sehari setidaknya ia mendapat satu motor. Caranya dengan merusak lubang kunci dengan besi berbentuk huruf T.

"Yang diwarteg itu Suryo parkir dulu di samping bangunan yang nggak terlihat orang makan, motor yang parkirnya paling dekat dengan saya ya langsung dieksekusi," tegasnya.

Selain sering beraksi di tempat yang ramai ia juga mengaku saat menjalankan aksinya tidak memilih waktu khusus. Paling sering beraksi justru mulai pukul 10 hingga 14.00. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved